Tahun ini, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bakal mencetak rekor produksi nikel dalam matte tertinggi sepanjang sejarahnya. Sayangnya, itu terjadi pada saat harga komoditas nikel di dunia sedang turun.
Direktur Keuangan INCO Febriany Eddy mengatakan kapasitas produksi nikel INCO pada tahun ini diperkirakan sebesar 77.718 metrik ton. Itu tumbuh 10 persen dibanding tahun lalu sebesar 70.717 metrik ton.
Peningkatan produksi tersebut bisa diperoleh setelah perseroan berhasil mengoptimalkan produksi nikel dan mengonversi konsumsi high sulphur fuel oil (HSFO) ke batu bara.
“Dengan jumlah produksi sebesar itu maka akan menjadi rekor perseroan selama memproduksi nikel,” ujar Febriany di Jakarta, Selasa (26/11). INCO pernah mencapai kapasitas produksi nikel tertinggi sebesar 76.748 metrik ton pada tahun 2007.
Febriany menjelaskan, pada kuartal I tahun ini, INCO memproduksi 18.514 metrik ton (MT). Kemudian, kuartal II 2013 bertambah menjadi 19.218 MT dan kuartal III 19.771 MT.
Dengan demikian, total produk nikel INCO hingga kuartal III tahun ini mencapai 57.503 metrik ton. Total produksi tersebut berimbas pada pendapatan perseroan yang mencapai USD 721.071.
“Kami yakin dapat mencapai kenaikan 10 persen dibanding tahun lalu karena tren produksi kami terus naik tiap kuartalnya,” ujar Febriany.