Ikuti perintah SBY, Gita lelang kontainer isi bawang putih

322 kontainer bawang impor batal di ekspor ulang ke China.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Ikuti perintah SBY, Gita lelang kontainer isi bawang putih
Gita Wirjawan. REUTERS

Setelah mendapat teguran dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena saling lempar tanggung jawab, kini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian kompak menjalankan instruksi presiden terkait krisis bawang. Salah satunya melelang ratusan kontainer berisi bawang putih impor yang mangkrak di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Pertanian urung menindak 332 kontainer yang bermasalah di Tanjung Perak Surabaya. Alih-alih mengirim balik barang impor itu ke China, pemerintah justru bakal melelang isinya untuk menambah pasokan bawang di pasaran.

Langkah itu, kata Gita, diharapkan bisa menurunkan harga jual bawang yang sudah menembus Rp 65.000 per kilogram. "Untuk kepentingan pasokan dengan harga yang dapat dijangkau, beberapa kemungkinan alternatif bisa kita ambil, misalnya akan kita lelang barang-barang yang tidak memenuhi syarat, insya Allah harga bisa turun beberapa hari ke depan," ujarnya di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/3).

Dia mengakui, dari inventarisasi awal, dari total 521 kontainer, 332 telah sesuai izin. Namun sisanya masih belum jelas apakah mempunyai dokumen-dokumen yang mendukung seperti IT, SPI atau RIPH. Kemendag mengaku akan meneliti apakah 209 kontainer itu melanggar atau tidak. Jika memang melanggar, Kemendag mengatakan akan tetap melelang bawang putih tersebut demi kepentingan rakyat.

"Yang pasti IT mereka sudah keluar. Kalau (melelang sisa isi 332 kontainer) diperkenankan itu akan membantu pasok di pasar, walaupun seharusnya ditindak tapi kita ada peraturan menteri perdagangan yang menyebut kita dapat melakukan tindakan khusus untuk kepentingan rakyat," kata Gita.

Gagasan melelang itu baru inisiatif Gita dan Menteri Pertanian Suswono. Untuk implementasinya, dia masih menunggu pertemuan dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang baru tiba dari Irak.

"Kami menunggu kedatangan Pak Menko Perekonomian, besok pagi paling lambat kita akan laporkan perkembangan terakhir terkait penelaahan kontainer yang sudah bersandar, yang penting gimana kita bisa memasok bawang putih dengan harga yang terjangkau," tegasnya.

Sebulan terakhir di Tanjung Perak total ada 521 kontainer asal China tertahan, dengan 332 kontainer berisi bawang putih. Bahan bumbu dapur itu yang tertahan di Surabaya sebanyak 9.680 ton alias 6 persen dari total kuota impor 160.000 ton semester ini.

Rekomendasi