Jero Wacik tak sanggup penuhi instruksi SBY

Pada 23 Mei lalu, Jero berjanji, sebelum masa jabatannya habis, lifting 1 juta barel bisa tercapai.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Jero Wacik tak sanggup penuhi instruksi SBY
jero wacik. merdeka.com/arie basuki

Pemerintah pesimis lifting minyak bumi pada tahun 2014 bisa mencapai 1 juta barel per hari (bph). Padahal jika mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2012 tentang peningkatan produksi minyak dan gas bumi, pemerintah menargetkan lifting mencapai 1 juta barel di tahun 2014.

"Pada 2014, lifting minyak ditargetkan kembali meningkat menjadi 936 ribu barel per hari. Diperkirakan pada 2015 mendatang rata-rata lifting minyak Indonesia akan tembus diatas 1 juta barel," ujar Menteri ESDM Jero Wacik dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (11/6).

Jero Wacik mengatakan pihaknya akan berupaya memanggil para KKKS untuk meningkatkan produksi minyaknya. "Untuk itu kami akan memanggil para KKKS untuk terus genjot produksi minyaknya," katanya.

Namun, jika lapangan Banyu Urip di Blok Cepu sudah berproduksi, maka produksi minyak nasional akan tembus 1 juta bph. Sedangkan Blok Cepu sendiri mulai berproduksi pada Mei 2012 dengan produksi sebesar 90.000 bph. "Di 2014 ada tambahan lifting minyak dari Lapangan Banyu Urip, Cepu. Dengan syarat, situasi perpolitikan Indonesia baik. Kalau ribut maka bisa mundur," katanya.

Sementara itu, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan Blok Cepu akan digenjot agar mampu berproduksi sepenuhnya pada Agustus 2014. "Maka kita akan panggil satu-satu, terutama Exxon nanti. Mudah-mudahan kita masih berusaha kesana (Inpres)," pungkasnya.

Pernyataan Jero Wacik kali ini bertolak belakang dengan janjinya yang akan menggenjot lifting minyak dan bisa mencapai target pada 2014. Pada 23 Mei lalu, Jero berjanji, sebelum masa jabatannya habis, lifting 1 juta barel bisa tercapai. "Saya targetkan di masa akhir jabatan, saya targetkan produksi 1 juta barel," tegas Jero Wacik beberapa waktu lalu.

Rekomendasi