Jakarta sebagai pusat pemerintah dan pusat bisnis Indonesia, terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Data Badan Pusat Statistik, triwulan pertama 2012, pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai 6,4 persen dan semakin mengkokohkan daerah istimewa ini sebagai pusat ekonomi nasional.
Tingginya pertumbuhan, merangsang pengusaha properti pengembangan mal melirik kawasan ibu kota, sebagai pasar yang akan sangat menguntungkan. Sensus BPS 2010, menunjukkan penduduk Jakarta dan diplomat telah mencapai 9,607,787 orang, dengan tingkat konsumsi non makanan mencapai 60 persen dari total produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta yang mencapai Rp 982 triliun dengan kontribusi perdagangan, hotel dan restoran mencapai Rp 204 triliun.
Banyaknya pembangunan untuk melayani tingkat konsumsi masyarakat Jakarta, mengukuhkan Jakarta sebagai kota yang memiliki pusat perbelanjaan atau mal terbanyak di antara negara Asean. Paling tidak, dari penelusuran merdeka.com ada 85 mal mewah di Jakarta. Data ini jauh lebih banyak dari Singapura sebagai negara surga belanja dengan 12 mal di kawasan Orchard. Bahkan, rencananya sampai 2013, Pemerintah Jakarta mengizinkan pembangunan 21 mal baru.
Pengamat perkotaan mengkritik, tingginya pengembangan mal di ibu kota, menggagalkan rencana penataan kota Jakarta. Bahkan penetrasi pembangunan mal dikhawatirkan akan melanggar jalur hijau yang merupakan jantung kota untuk resapan air untuk menghindari banjir serta bertambahnya kemacetan ibu kota.
"Jika pembangunan pusat perbelanjaan sesuai dengan rencana kota, permasalahan kemacetan dapat dihindarkan," ujar Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna pada merdeka.com, Jumat (1/6).
Pemerintah DKI Jakarta, bersikukuh pembangunan mal mendukung upaya memanfaatkan potensi ekonomi Jakarta. "Tahun 2012 ini dimanfaatkan diseluruh mal untuk great sale," kata Gubernur Jakarta Fauzi Bowo saat pembukaan acara Festival Jakarta Great Sale 2012 di Epiwalk, Episentrum, Kuningan, Jumat (1/6).
Foke (panggilan gubernur Jakarta sekarang) meminta masyarakat untuk memilah persoalan perijinan pembangunan mal baru dengan keberhasilan kegiatan mal yang bisa mendorong menjamurnya mal baru di Jakarta.