Suara teriakan penjaga toko saling bersahutan menawarkan barang pada pembeli yang memadati salah satu pusat grosir di Jakarta. Mereka seolah tidak peduli dengan program banjir diskon Jakarta atau Festival Jakarta Great Sale (FGJS), yang diresmikan Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo di salah satu mal mewah, Epicentrum, Jakarta Selatan.
Pusat Grosir Tanah Abang, tetap denyut dengan irama yang sudah menjadi kesehariannya. Kawasan yang berada di Jakarta Pusat ini tidak pernah sepi dari hiruk pikuk warga yang datang hanya sekedar cuci mata atau belanja. Teriakan para karyawan toko terdengar merayu dengan tawaran harga yang menggoda menjadi hal biasa di kawasan yang didominasi menjual ragam pakaian ini.
Bagi seorang Tati (53), pasar Tanah Abang adalah pilihan tempat belanja favorit bagi dirinya. Kualitas terpercaya dengan harga murah meriah dan pas di kantong membuat dia selalu menjatuhkan pilihannya berbelanja pakaian di sana dibandingkan mal. "Disini bisa ditawar," ujar Tati kepada merdeka.com saat ditemui di lokasi, Jumat (1/5).
Dia mengaku tidak tahu jika saban tahu ada Festival Jakarta Great Sale atau diskon besar-besaran di mal Jakarta. Bagi dia, belanja di mal atau di pasar sama saja tergantung bagaimana memilih barang. "Lagian kalau diskon, kadang-kadang harganya sudah dinaikkan dulu, kan saya tidak sekali dua kali ke mal," katanya sambil tersenyum.
Hal senada juga diutarakan, Siska. Sebagai seorang karyawan swasta, dirinya suka berbelanja ke pusat-pusat grosir, salah satunya Tanah Abang, karena harga yang relatif terjangkau dan potong diskon yang lebih murah dibandingkan mal. ""Iya saya suka juga ke mal, kadang buat cuci mata. Tapi kalau memang lagi ada diskon, iya susah juga sih. Kan cewe, maunya beli," katanya.