Satu unit rumah telah berdiri tegak di samping Kantor Kementerian Perumahaan di Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah yang dibangun kementerian bertipe 36 dengan dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, teras depan dengan sisa lahan sekitar 1 meter persegi.Luas kamar tidur sekitar 9 meter persegi atau berukuran 3 x 3 meter. Kamar mandi berada di pojok belakang yang berdekatan dengan dapur. Ruang terasa cukup nyaman dan tidak begitu sempit cukup untuk santai keluarga sambil menonton televisi.Di bagian depan rumah juga ada teras tempat duduk santai jika ingin menghabiskan waktu menghirup udara luar yang terdiri dari dua bangku dan satu meja. Namun teras ini tergolong sempit jika satu keluarga yang mempunyai lebih dari dua anak ingin duduk di depan.Di ruang tengah rumah juga cukup diletakkan satu buah televisi yang bisa ditonton langsung dari ruang tamu, dan di belakang televisi juga terletak sebuah meja makan minimalis yang ciamik dilengkapi 4 kursi.Luas kamar mandi rumah ini kurang lebih 1,5 x 1 meter dan terdiri dari satu toilet jongkok di dalamnya plus bak penampung air. Untuk lantai rumah terbuat dari ubin berukuran kira kira 30 x 30 centimeter yang tersusun rapi. Untuk atap rumah ini terbuat dari asbes. Dengan penataan yang bagus, rumah terasa nyaman dan layak huni.Untuk sirkulasi udara,rumah ini terdiri dari dua pintu dan dan lima jendela. Dua jendela berada di ruang tamu, satu jendela di masing masing kamar dan satu jendela di dapur. Sehingga sirkulasi atau perputaran udara cukup nyaman dirumah ini.Di halaman Kementerian Perumahan Rakyat juga berdiri rangka rumah tersebut. Rangka rumah hanya terdiri besi besi beton saja. Rangka besi tersebut kelihatan tidak ditusukkan ke tanah sebagai pondasi, hanya menempel pada lantai yang sudah disemen.Prototipe tersebut, sebagai salah satu cara pemerintah mencapai target pembangunan 685.000 rumah sederhana sehat bersubsidi. Paling tidak untuk pembangunan satu unit rumah tersebut menghabiskan dana Rp 25 jutaan di luar harga tanah.Untuk mendukung program FLPP, Kementerian Perumahan Rakyat mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 4,7 triliun. Di mana, pada tahun ini, Kementerian menargetkan 100.000 unit rumah murah dan rumah sangat murah. Dengan layak bankable sebanyak 50.000 unit dan non bankable 50.000 unit. Jadi program rumah murah dan sangat murah bisa mencapai 200.000 unit pada tahun 2012.Kementerian mengklaim sejak diluncurkankan Fasilitas Likuiditas pada Tahun 2010, berhasil dibiayai sebanyak 14.000 unit Rumah Sejahtera Tapak dan 1.600 unit Rumah Sejahtera Susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau yang berpenghasilan atas dasar gaji pokok paling banyak Rp 2,5 juta per bulan dan masyarakat berpenghasilan menengah atas dasar gaji pokok paling banyak Rp 4,5 juta per bulan.Selain itu, pemerintah menyediakan dana alokasi khusus untuk pembangunan prasarana dan sarana air minum, pengolaan air limbah, berupa septic tank komunal, tempat pengolahan sampah terpadu, jaringan distribusi listrik, berupa trafo, tiang, dan kabel distribusi listrik dan penerangan jalan umum, berupa trafo, tiang, lampu, dan kabel listrik dari dana alokasi khusus yang terpisah dari program FLPP.Tapi, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menilai program Kementerian Perumahan Rakyat yang akan membangun rumah murah tidak masuk akal. Rumah yang akan dijual dengan harga sekitar Rp 70 juta tersebut dipandang tidak realistis di tengah harga tanah yang sangat tinggi.“Rumah itu tidak bisa dijual di Jawa maupun di luar Jawa terutama di ibukota provinsi di kota karena faktor harga tanah yang mahal. Di kawasan timur tidak bisa lagi karena material mahal,” ujar Ketua Apersi Eddy Ganefo pada merdeka.com.Kementerian Perumahan Rakyat menampik hal tersebut, menurut Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, masih ada tanah di sekitar Jakarta terutama Kawasan Bekasi yang harga tanahnya sebesar Rp 50 ribu per meter nya. "Tanah masih murah, harga segitu juga masih bisa, di Bekasi masih murah tanahnya," ungkap Djan Faridz ketika ditemui di Kantornya, Jakarta.
Tanah masih murah di Bekasi
Paling tidak untuk pembangunan satu unit rumah tersebut menghabiskan dana Rp 25 jutaan di luar harga tanah.
Advertisement
Rekomendasi