Bank Muamalat menargetkan pembiayaan kredit perumahan rakyat (KPR) tumbuh 43,75 tahun ini dibandingkan pembiayaan KPR tahun lalu yaitu Rp 4,5 triliun.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Ritel Bank Muamalat, Adrian A Gunadi.
Adrian mengungkapkan bahwa pengaruh persyaratan uang muka atau down payment (DP) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yaitu minimal 30 persen untuk properti.
"Walaupun itu belum diberlakukan untuk syariah, tapi kami rasa perumahan akan tetap laku," ujar Adrian kepada merdeka.com, Selasa (3/4).
Dia mengatakan bahwa bank Muamalat mempunyai strategi tersendiri untuk menarik pasar perumahan. "Untuk segmen konsumer sendiri strateginya yaitu kerjasama dengan developer untuk pembangunan perumahan," kata dia.
Adrian menjelaskan bahwa pembiayaan oleh bank Muamalat didominasi oleh sektor ritel dengan porsi total pembiayaan mencapai 59,4 persen dari total portofolio pembiayaan oleh bank Muamalat.