Perusahaan plat merah PT Aneka Tambang (Antam) berhasil membukukan laba bersih di tahun 2011 sebesar Rp 1,91 triliun atau naik 13,5 persen dibandingkan laba bersih tahun 2010 Rp 1,68 triliun. Pendapatan Antam didorong pertumbuhan penjualan Nikel dan emas.
Perusahaan optimis bisa membagikan laba bersih Rp 200,57 per saham dari keuntungan tahun 2011. Jumlah tersebut naik dibandingkan pembagian keuntungan untuk laba tahun 2010 sebesar Rp176,77.
Dalam rilisnya, perseroan akan segera melakukan konstruksi proyek CGA Tayan senilai USD 450 juta dan proyek Feronikel Halmahera Timur senilai USD 1,6 miliar.
Pada tahun 2011, nilai penjualan bersih sebesar Rp 10,3 triliun atau naik 18 persen dibandingkan. Dimana, komoditas feronikel menjadi kontributor terbesar pendapatan dengan menyumbang 36 persen dari pendapatan atau senilai Rp 3,7 triliun.
Produksi feronikel pada tahun 2011 tercatat 19.690 TNi atau naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 19.527 TNi. Namun, harga rata feronikel di tahun 2011 turun 3 persen menjadi USD 9,83 per pon. Selain itu, permintaan bijih nikel di tahun 2011 juga naik 13 persen dibandingkan tahun 2010 menjadi 7.959.157 wmt yang terdiri dari 3.512.151 wmt bijih nikel kadar tinggi dan 4.447.006 wmt bijih nikel kadar rendah.
Peningkatan produksi bijih nikel juga diikuti kenaikan volume penjualan bijih nikel di tahun 2011 yang naik 8 naik menjadi 6.345.742 wmt. Dengan kenaikan volume penjualan, pendapatan Antam dari bijih nikel di tahun 2011 tercatat Rp2,5 triliun, naik 5 persen dibandingkan tahun 2010.
Untuk produksi emas, tahun 2011 perseroan berhasil memroduksi sebesar 2.667 kg yang terdiri 1.987 kg berasal dari Pongkor dan 680 kg dari Cibaliung. Namun, volume produksi emas pada tahun 2011 turun 4 persen dibandingkan capaian tahun 2010 karena turunnya produksi emas Pongkor seiring dengan penurunan kadar bijih emas yang ditambang.
"Kadar bijih emas merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol Antam mengingat tambang Pongkor dan Cibaliung merupakan tambang emas," ujar Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis dalam siaran persnya, Rabu (29/2).