Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pulihkan Kinerja Keuangan, PT Pos Indonesia Diminta Transformasi Bisnis

Pulihkan Kinerja Keuangan, PT Pos Indonesia Diminta Transformasi Bisnis Paket Pos Indonesia. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana untuk mendorong bisnis layanan kurir PT Pos Indonesia (Persero) sebagai upaya memulihkan kinerja keuangan Perseroan. Keuangan PT Pos terus tergerus akibat tenggelamnya lini layanan di tengah perkembangan zaman.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, menyatakan agar bisa keluar dari jerat tersebut maka perseroan harus mentransformasi model bisnis dengan menekankan layanan kurir. Transformasi model bisnis juga perlu diterapkan pada entitas anak.

"Pertama kami membuat road map transformasi. PT Pos itu yang penting mengubah bisnis modelnya. Selama ini surat, dia harus berubah jadi paket," katanya di Jakarta, Rabu (24/7).

Sebagai pemegang saham mayoritas, Kementerian BUMN tidak mempersoalkan jika perseroan membutuhkan suntikkan modal dalam rangka transformasi bisnis. Dirinya pun menyarankan agar perubahan model bisnis ini juga melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Mumpung masih laba, kami ubah (model bisnis). Kami kerja sama dengan Kementerian Kominfo secara regulasi seperti apa, korporasi seperti apa," imbuhnya.

Ditempat berbeda, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan pihaknya siap mendukung dari sisi regulasi jika diperlukan untuk transformasi model bisnis PT Pos. Dia mengaku pernah membicarakan rencana optimalisasi bisnis kurir PT Pos dengan pihak BUMN

Rudiantara menyatakan PT Pos seharusnya bisa menangkap peluang pasar dengan berkembangnya bisnis e-commerce. Sebab, perseroan sendiri secara bisnis telah menjangkau berbagai wilayah.

"Logikanya itu PT Pos punya presensi ribuan kantor di pelosok desa harusnya diberdayakan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, turut menanggapi rumor PT Pos Indonesia yang dikabarkan tengah bangkrut. Menurut dia, kondisi perusahaan saat ini masih mampu bertahan, hanya saja sedang mengalami disrupsi.

Meski tengah mengalami pergeseran lini bisnis, namun perseroan dinilai bisa bertahan di tengah perkembangan zaman. Sebab, Hariyadi memandang, PT Pos Indonesia masih memiliki aset yang cukup besar untuk dia bertahan.

"Jika di tangan manajemen handal mestinya bisa cari jalan lain. Hanya memang dia harus berubah mengikuti persaingan sistem dan teknologinya serta diversifikasi bisnis," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP