Proyek Restorasi untuk Penurunan Emisi Karbon Terbesar Dunia Ada di Indonesia

Selasa, 24 Mei 2022 16:01 Reporter : Merdeka
Proyek Restorasi untuk Penurunan Emisi Karbon Terbesar Dunia Ada di Indonesia ilustrasi emisi karbon. ©2021 REUTERS/Toru Hanai

Merdeka.com - Pemerintah maupun pengusaha di Indonesia terus melakukan proyek menekan emisi karbon. Indonesia sendiri berkomitmen untuk mengendalikan climate change (perubahan iklim), dengan target mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen di 2030.

Salah satu cara dilakukan untuk mengurangi emisi karbon yaitu proyek Katingan Mentaya Project (KMP) yang dilakukan PT Rimba Makmur Utama (RMU). Proyek ini adalah sebuah pendekatan usaha restorasi dan konservasi ekosistem hutan gambut seluas 157,875 hektar di Kalimantan Tengah melalui Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

"Jika ditinjau dari segi penurunan emisi karbon yang mencapai sekitar 7.5 juta ton CO2 per tahun selama 60 tahun masa konsesi atau setara dengan menghilangkan emisi yang dikeluarkan oleh 2 juta mobil per tahun, KMP merupakan kegiatan konservasi terbesar di dunia," ucap Chief Executive Officer (CEO) PT Rimba Makmur Utama (RMU) Dharsono Hartono di Jakarta, Selasa (24/5).

Bersama masyarakat dan unsur pemerintah desa di 35 desa sekitar wilayah konsesi, RMU disebut menciptakan mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Selain itu juga meningkatkan perekonomian serta melakukan kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas di berbagai bidang, antara lain cara bertani tanpa bakar dan tanpa bahan kimia, edukasi mengenai kesehatan dan kebersihan, nutrisi, kewirausahaan, serta berkontribusi bagi pencapaian 12 tujuan United Nation Sustainable Development Goals (UN SDGs).

"Saat mitra bisnis saya, Rezal Kusumaatmadja, dan saya mendirikan RMU pada tahun 2007, kami punya mimpi besar untuk membangun bisnis yang agenda utamanya adalah menjaga planet kita dan ekosistem di dalamnya. Pada waktu itu, konsep Nature-Based Solution Enterprise merupakan hal yang relatif masih asing di Indonesia dan hal tersebut membuat perjalanan kami tidak mudah," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Dukung Pemerintah Ciptakan Dunia Berkelanjutan

Memasuki tahun ke-15, berbagai program di KMP dinyatakan telah membawa RMU semakin dekat ke tujuan besar perusahaan tersebut, yakni mendukung pemerintah untuk menciptakan Indonesia dan dunia yang berkelanjutan.

Dukungan itu diberikan melalui upaya menanggulangi perubahan iklim dengan kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan lain.

"Perjalanan RMU ke depannya masih panjang, dan kami tidak dapat melakukannya sendiri. Penghargaan yang kami terima ini merupakan penyemangat besar yang semakin memperteguh komitmen kami untuk membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi perubahan iklim," kata dia.

Atas usahanya inilah, Dharsono Hartono menyabet anugerah Global Impact Award 2022 dari YPO (Young Presidents’ Organisation), yakni sebuah organisasi yang beranggotakan lebih dari 30.000 Chief Executive di 142 negara.

Global Impact Award merupakan penghargaan tertinggi bagi anggota YPO yang dinilai memberikan dampak berkelanjutan dan terukur bagi masyarakat atau para pemangku kepentingan terkait.

"Sebuah kehormatan bagi kami untuk menerima 2022 Global Impact Award," ungkap dia.

Baca juga:
Krisis Energi Bukan Alasan Perdalam Ketergantungan Bahan Bakar Fosil
Pertamina Kolaborasi dengan Chevron Kembangkan Bisnis Rendah Karbon
Kadin Nilai Tantangan Terbesar Pembangunan Berkelanjutan Ialah Pembiayaan
Kurangi Emisi Karbon, Pertagas Pasok Gas Bumi ke Industri Jababeka
Potensi Energi PLTA Kaltara dan Papua Mampu Penuhi Kebutuhan Kawasan Industri

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Emisi Karbon
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini