Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden PKS desak Jokowi usut rekaman pembagian jatah Menteri Rini dan bos PLN

Presiden PKS desak Jokowi usut rekaman pembagian jatah Menteri Rini dan bos PLN Presiden PKS Sohibul Iman. ©handout/Humas DPP PKS

Merdeka.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman, ikut mengomentari soal rekaman Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno dengan bos Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir. Rekaman itu dikait-kaitkan dengan 'bagi-bagi jatah' proyek Pertamina dan PLN.

"Prinsipnya, saya kira persoalan Pertamina, PLN, persoalan sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak tentu harus bener-benar dikelola dengan penuh profesionalisme. Jangan basisnya itu adalah nepotisme dan sebagainya," kata Sohibul Iman usai kampanye untuk Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Bekasi, Minggu (29/4).

Dalam rekaman yang beredar, Sohibul menangkap bahwa ada semacam upaya pengelolaan lebih mengutamakan salah satu pihak. Oleh karena itu, dia menilai perilaku tersebut tidak profesional dan etis. "Saya kira ini benar-benar disetop. Dan saya kira kalau Pak Jokowi melihat ini sebagai sebuah persoalan besar, saya kira ini harus diusut," kata dia.

Baik Kementerian BUMN dan PLN sama-sama membantah rekaman itu berkaitan dengan bagi-bagi jatah yang melibatkan keluarga menteri BUMN. Bahkan, Kementerian BUMN dan PLN sama-sama akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

Berikut ini rangkuman sebagian isi pembicaraan Menteri Rini dan Sofyan yang telah beredar luas melalui sosial media sejak beberapa saat lalu:

"Saya juga kaget kan Bu, saya mau cerita ke Ibu, beliau (Pak Ari) kan panggil saya, pagi kemarin kan saya baru pulang," kata Sofyan.

"Yang penting ginilah, sudahlah, kan yang harus ambil kan dua, Pertamina sama PLN," jawab Rini.

"Betul," kata Sofyan.

"Ya, dua-duanya punya saham lah Pak, begitu," jelas Rini kembali.

"Waktu itu saya ketemu Pak Ari juga, Bu. Saya bilang, Pak Ari mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah, Pak Ari," lanjut Sofyan.

"Saya terserah bapak-bapak lah, saya memang kan konsepnya sama-sama Pak Sofyan," ujar Rini.

"Saya kemarin bertahan Bu, kan beliau ngotot. 'Kamu gimana sih, Sof?' Lho kan, Pak, kalo enggak ada PLN kan Bapak enggak ada juga tuh buat bisnis," kata Sofyan.

"Kan saya ketemu Pak Ari juga, Bu," tambahnya.

"Menurut saya banyak yang nerusin, cuma saya bilang sama kakak saya yang satunya, biasanya kalau dia sudah enggak mau ngomong, saya ngomong sama yang satunya supaya nyambung ke sana gitu kan," jawab Rini kembali.

"Betul, betul," ucap Sofyan.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP