Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Potensi Bawa Virus Corona, Impor Hewan dan Bawang Putih China Bakal Dilarang

Potensi Bawa Virus Corona, Impor Hewan dan Bawang Putih China Bakal Dilarang Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengatakan pemerintah berencana akan melakukan pemberhentian sementara impor dari China. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Namun, hasil rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian dengan beberapa menteri belum mengambil sikap yang jelas. Tetapi kata Menteri Agus, penundaan impor mungkin akan dilakukan.

"Kita untuk menyetop belum ada, jadi kita mengadakan penundaan dulu," kata Mendag Agus di Kantor Kemmenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (3/2).

Saat ini berbagai kementerian sedang melakukan pengkajian terkait jenis komoditas impor yang datang dari China. Dalam rapat tersebut baru merencanakan jenis komoditas yang sekiranya bisa membawa virus corona. "Ini masih persiapan, agar tidak salah sasaran produk impornya," kata Mendag Agus.

Hewan Hidup dan Bawang Putih Asal China Bakal Dilarang

dan bawang putih asal china bakal dilarang rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemerintah Indonesia akan melakukan pendataan, khususnya yang berkaitan dengan hewan hidup. "Wild animal itu sudah pasti," kata Mendag Agus.

Begitu juga dengan produk holtikultura, seperti bawang putih. Jika berpotensi membawa virus pasti akan diberhentikan.

Sementara, terkait komoditas lainnya, pemerintah masih melakukan pertimbangan. Dia memperkirakan baru besok data lengkap barang impor yang dilarang masuk. "Ini segera (diselesaikan) mungkin besok sudah komplit," kata Agus.

Pemerintah Cari Negara Alternatif Pengganti Produk China

negara alternatif pengganti produk china rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dia menambahkan, jika memang ada komoditas yang tidak bisa digantikan impornya dari China, pemerintah Indonesia akan mencari alternatif negara lain untuk melakukan impor barang tersebut. Hingga kini sejumlah Kementerian masih melakukan pendataan. Pendataan dilakukan oleh berbagai kementerian. Seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan dan Bea Cukai. "Nah ini harus akurat karena pergerakannya sangat cepat dan ini butuh keputusan bersama yang akurat," kata Mendag Agus mengakhiri.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP