Polres Lamsel Ubah Lahan Tidur Jadi Areal Pertanian Produktif, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polres Lampung Selatan berhasil mengubah lahan tidur menjadi areal pertanian produktif. Langkah ini wujud komitmen kuat dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional.
Polres Lampung Selatan (Lamsel) mengambil langkah proaktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Mereka berhasil mengubah lahan tidur yang merupakan aset kepolisian menjadi areal pertanian produktif. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dalam pemanfaatan sumber daya secara optimal.
Pemanfaatan lahan ini berlokasi di area asrama Polres Lampung Selatan, tepatnya di Kalianda. Pada Sabtu (22/11), kegiatan penanaman bibit jagung Hibrida secara simbolis dilakukan. Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi dapat berkontribusi pada sektor pertanian.
Sebanyak 15 kilogram bibit jagung Hibrida ditanam di lahan seluas tiga perempat hektare. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Lampung Selatan. Ini juga sebagai upaya mendukung visi pemerintah pusat.
Komitmen Polri dalam Penguatan Ketahanan Pangan
Wakapolres Lampung Selatan, Kompol Made Silpa Yudiawan, menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung ini lebih dari sekadar seremoni. "Penanaman jagung ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi juga bentuk komitmen Polres Lampung Selatan untuk mendukung ketahanan pangan serta memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada," ujarnya. Inisiatif ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat tentang potensi lahan yang belum tergarap.
Program ini merupakan bagian integral dari dukungan Polri terhadap penguatan ketahanan pangan di wilayah Lampung Selatan. Kompol Made Silpa Yudiawan juga menjelaskan bahwa ketahanan pangan adalah program utama Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, inisiatif ini menjadi upaya nyata dalam mendukung visi tersebut, sejalan dengan arahan pimpinan nasional.
Polres Lamsel berupaya maksimal untuk mewujudkan ketersediaan pangan yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pemanfaatan lahan aset kepolisian ini diharapkan menjadi model bagi instansi lain. Ini menunjukkan bahwa setiap pihak, termasuk kepolisian, dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Potensi Hasil dan Manfaat Berkelanjutan
Dari hasil perhitungan teknis, lahan seluas tiga perempat hektare tersebut diperkirakan mampu menghasilkan panen sekitar enam ton jagung. Angka ini menunjukkan potensi besar dari pemanfaatan lahan tidur yang sebelumnya tidak terpakai. Hasil panen ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan pangan lokal dan kesejahteraan petani.
Kompol Made Silpa Yudiawan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada kelompok tani yang telah berpartisipasi aktif. Mereka telah bekerja sama mulai dari pengolahan lahan hingga pendampingan teknis penanaman. Kolaborasi erat ini menjadi kunci keberhasilan program pertanian yang dijalankan Polres Lamsel.
Kegiatan penanaman berlangsung aman, lancar, dan disambut antusias oleh para peserta dari berbagai kalangan. Antusiasme masyarakat dan partisipasi aktif kelompok tani menunjukkan dukungan positif yang luas. Hal ini juga memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas pertanian di daerah.
Polres Lampung Selatan menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan secara berkelanjutan di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta memperkuat Ketahanan Pangan Polres Lamsel. Inisiatif ini diharapkan dapat terus berkontribusi pada kemandirian pangan di wilayah Lampung Selatan.
Sumber: AntaraNews