PMI Manufaktur Indonesia Turun, Menko Airlangga Ingatkan Pengusaha untuk Waspada

Jumat, 2 Desember 2022 13:24 Reporter : Anisyah Al Faqir
PMI Manufaktur Indonesia Turun, Menko Airlangga Ingatkan Pengusaha untuk Waspada Airlangga Hartarto. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Indeks Manufaktur Indonesia pada bulan November mengalami perlambatan. Tercermin dari tingkat Tingkat Purchasing Managers’ Index (PMI) yang melambat dari 51,8 di bulan Oktober 2022 menjadi 50,3 di bulan November 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan meskipun masih berada di level ekspansi.

"Memang dari situasi ini, PMI ini turun sudah 50,3. Masih ekspansi tapi kita harus waspada," kata Airlangga dalam acara Kompas 100 CEO Forum 2022 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12).

Airlangga membandingkan PMI manufaktur Indonesia dengan beberapa negara maju lainnya. Jepang, Amerika Serikat (AS) dan China level PMI manufakturnya sudah di bawah 50.

"Kalau dibandingkan negara lain, Jepang, Amerika Serikat, China, ini dibawah 50 dan mereka terlihat outlook ke depannya turun," kata dia.

Kondisi ini pun menjadi tantangan baru bagi Indonesia karena berhubungan dengan industri padat karya. Kemudian akan berkaitan juga dengan isu pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Ini tantangannya karena labour intensive ini jadi masalah dan nanti dikaitkan dengan unemployment," katanya.

2 dari 2 halaman

Tren Nilai Tukar

Sehingga perlu dijaga dengan baik, mengingat kompetitif Indonesia juga dipengaruhi tren nilai tukar mata uang terhadap dolar. Misalnya nilai tukar mata uang Turki yang terdepresiasi lebih dari 60 persen.

Hal ini akan berakibat harga-harga produk dari Turki akan lebih murah tanpa perlu memiliki strategi tertentu. Tak hanya Turki, kondisi serupa juga terjadi dengan produk Bangladesh, Sri Lanka dan Vietnam.

"Karena kurs, mereka lebih kompetitif tanpa harus melakukan apa-apa. Makanya terjadi shifting dari pembelian produk," kata dia.

"Makanya pemerintah harus siapkan antisipasi dan labour intensive ini harus bisa terus bertahan," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
PMI Manufaktur Indonesia Terjun Bebas di November 2023
Hingga Kuartal III-2022, Industri Besi & Baja Genjot Ekspor Hingga 39,55 Persen
Pandemi Mereda, Penjualan Mesin Tempel untuk Nelayan Naik 10 Persen
Piaggio Group Bangun Pabrik Vespa di Indonesia, Ketiga setelah Vietnam dan China
Tren Produk Pelumas Premium, Shell Perluas Pabrik Marunda Jadi 300 Juta Liter
Wamendag Jerry Nilai Ban Buatan Indonesia Laku Keras di Amerika Selatan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini