Pipa bocor buat kilang Balikpapan sempat berhenti operasi seminggu
Merdeka.com - Fasilitas pengolahan minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur milik PT Pertamina (Persero) mengalami permasalahan pada 15 Januari. Pembangkit pengangkut uap atau steam mengalami kebocoran, sehingga mengeluarkan suara gemuruh.
Direktur Pengolahan Pertamina Toharso mengatakan, kebocoran pipa pada kilang yang dibangun sejak 1948 ini harus berhenti beroperasi selama satu minggu. Selain itu, kilang Balikpapan Unit II juga berhenti beroperasi selama satu hari. Namun, saat ini, seluruh kilang telah beroperasi kembali secara normal.
"Sudah normal, yang kilang satunya dibangun 1948 shut down satu minggu disambung pipa, yang besar 200.000 barel hanya sehari tidak beroperasi," ujar Toharso di Kantornya, Jakarta, Selasa (24/1).
Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, suara gemuruh membuat masyarakat khawatir terjadi ledakan ataupun kebakaran. Dengan begitu, pengolahan minyak Pertamina sempat dihentikan.
"Saya harus mohon maaf pada 15 Januari jam 1 pagi saya ikuti twitter, penduduk kota Balikpapan heboh suara gemuruh sekali. Bahkan, ada yang mengungsi," ujar Bambang.
Bambang menegaskan, kebocoran pipa ini membuat Pertamina harus membuang gas dengan cara dibakar. Padahal, pipa ini menjadi salah satu pemasok uap dalam pengolahan minyak tersebut.
"Suara gemuruh bukan kilang terbakar, pada kilang punya power generator sendiri dibangkitkan sistem turbin," katanya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya