Pindad gandeng Swedia produksi rudal dan radar canggih

Jumat, 4 November 2016 16:22 Reporter : Idris Rusadi Putra
Pindad gandeng Swedia produksi rudal dan radar canggih ilustrasi rudal. ©www.gg2.net

Merdeka.com - PT Pindad (Persero) bekerja sama dengan SAAB Swedia dalam mengembangkan produk rudal atau ground based air defence (GBAD) yang diproduksi di Indonesia. Rudal ini akan digunakan untuk memenuhi keperluan Tentara Nasional Indonesia ( TNI).

"kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan TNI di kesatuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud)," kata Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose seperti ditulis Antara di Jakarta, Jumat (4/11).

Menurut Abraham, ruang lingkup kerja sama ini mencakup alih teknologi dan produksi bersama dalam bidang sistem senjata pertahanan udara yang akan dilanjutkan dengan proses desain, produksi, dan perakitan di dalam negeri dengan karakteristik produk yang diadaptasikan dengan kebutuhan di Indonesia.

Dalam sinergi itu, Pindad akan menerima solusi turnkey, yaitu rudal RBS70 NG yang dilengkapi dengan radar Giraffe 1X yang ditambahkan pada produk kendaraan taktis Komodo produksi Pindad.

RBS70 NG merupakan rudal dengan teknologi terbaru yang menyediakan sistem pertahanan udara modular yang terintegrasi dan dirancang khusus untuk memungkinkan opsi penyebaran pasukan yang sangat fleksibel. Sistem pengamatan RBS70 NG juga dilengkapi beberapa fitur, seperti thermal imager, auto tracker, dan identification friend or foe (IFF).

Sistem pertahanan udara RBS70 NG dapat digunakan oleh seorang personel yang disebut sebagai man-portable air dDefence system (MANPADS) juga dapat dipasang di berbagai tipe kendaraan tempur, terintegrasi dengan jaringan dan kendali jarak jauh. Tipe ini merupakan penerus sistem pertahanan udara RBS70 yang dipakai oleh angkatan bersenjata dari 19 negara, termasuk Indonesia.

Sementara Giraffe 1X merupakan radar yang dapat bergerak dinamis untuk pengawasan dan ground air base defence (GBAD) jarak pendek, dan dapat memberikan peringatan dini dan kemampuan untuk mendeteksi dan melacak ratusan target pada saat bersamaan, bahkan untuk lingkungan dengan tingkat kekacauan yang sangat tinggi.

Dalam jangka pendek, Pindad akan mendapatkan pusat kompetensi dengan dukungan penuh untuk perawatan dan perbaikan untuk RBS 70 dan sistem radar Giraffe 1X. Sedangkan untuk jangka panjang, proses alih teknologi akan membangun kapabilitas dalam negeri untuk desain, pengembangan, produksi, perakitan, pengujian, dan dukungan logistik.

Kerja sama ini dapat meningkatkan kemampuan Pindad untuk dapat menguasai teknologi rudal dan radar, guna memenuhi kebutuhan pengguna akan keamanan pertahanan udara Indonesia.

"Tren ancaman pertahanan udara saat ini sudah berevolusi, dari manned threats menjadi unmanned threats. Dibutuhkan ekskalasi kemampuan industri pertahanan nasional untuk menguasai teknologi rudal dan radar. Kerja sama Pindad dengan SAAB ini merupakan saat yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut," tutur Abraham. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini