Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertumbuhan ekonomi daerah ini jadi yang terendah se-Sulawesi

Pertumbuhan ekonomi daerah ini jadi yang terendah se-Sulawesi Manado. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Deputi Direktur Departemen Regional 3 Bank Indonesia (BI) Ronny Widijarto Purubaskoro mengatakan, perekonomian Sulawesi Utara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen pada 2017 masih di bawah pertumbuhan potensial yang dapat diperoleh.

"Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara dari tahun ke tahun terus mengalami perbaikan. Tahun 2017, tumbuh 6,3 persen. Padahal potensinya bisa tumbuh 7 persen melihat seluruh potensi yang ada," ujar Ronny di Hotel Power Points, Jakarta, Jumat (24/8).

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara saat ini di bawah realisasi pertumbuhan provinsi lainnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Bahkan, terendah di kawasan Sulawesi. Adapun KTI terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan Nusa Tenggara.

Ronny menlanjutkan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara sejauh ini masih bertumpu pada sektor ekstraktif, terutama ekspor didominasi oleh produk mentah dan setengah jadi. "Tantangan ekspor, komoditas ekspor Sulawesi Utara masih didominasi olahan minyak kelapa dan sawit 73 persen. Angka ini tidak berubah dari 10 tahun lalu," jelasnya.

Sementara itu terkait inflasi, Sulawesi Utara cukup terjaga sepanjang 2017. Lonjakan justru terjadi pada kelompok administered prices hingga akhir 2017. Terjaganya inflasi di 2017 diakibatkan dari peningkatan produksi pangan strategis dan program-program pengendalian harga.

"Sementara itu, di 2018, inflasi Sulawesi Utara didorong oleh peningkatan harga-harga komoditas pangan strategis seperti bawang, rica dan tomat yang meningkat sejak bulan April dan mulai melambat di Bulan Juli," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP