Pertamina Ingin Kuasai Saham TPPI

Rabu, 6 November 2019 20:11 Reporter : Merdeka
Pertamina Ingin Kuasai Saham TPPI Pertamina. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) mengincar saham PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) agar menjadi pemilik mayoritas‎. Sementara pemerintah sedang merencanakan operator fasilitas petrokimia tersebut untuk dijadikan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Corporate Secretary Pertamina, Tajudin Noor mengatakan, Pertamina melihat TPPI memiliki prospek yang baik, sebab saat ini industri dalam negeri masih impor untuk memenuhi produk petrokimianya. Sehingga perlu sentuhan lebih baik untuk dioptimalkan. Sebab itu, perusahaan energi plat merah tersebut ingin menjadi pemilik saham mayoritas agar bisa berperan lebih besar dalam pengembangan fasilitas petrokimia tersebut.

"karena memang yang punya kompetensi Pertamina di indonesia kita tahu petrokimia masih banyak sekali kita impor‎," kata Tajudin, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (6/11).

Saat ini Pertamina memiliki saham 48 persen di TPPI, dia menyebut ada beberapa pilihan untuk menambah kepemilikan saham pada anak usaha PT Tuban Petrochemical Industries (TPI) atau TubanPetro tersebut.‎ Adapun skenario adalah mengakuisisi saham TPI di TPPI atau pemilik saham lain di TPPI.

"Beberapa skenario ini kan masih dalam pembahasan departemen keuangan selaku pemegang saham, sama BUMN juga," tuturnya.

Tajudin mengungkapkan, Pertamina sudah menyiapkan dana untuk menambah kepemilikan saham‎ di TPPI, namun tidak menyebutkan jumlahnya. Dia berharap, pemerintah memutuskan skema akuisisi pada akhir 2019.

"Mudah-mudahan sudah ketemu skema terbaiknya karena ini kan bicara pemerintah dan Pertamina juga," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Keuntungan Pembangunan Kilang

Megaproyek pembangunan kilang yang sedang digarap PT Pertamina (Persero) diyakini akan memberikan manfaat berganda bagi negara dan masyarakat. Harapannya, akan menciptakan pertumbuhan yang signifikan.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Talullembang mengatakan, dari sisi pendapatan negara, pembangunan kilang akan memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara. Cadangan devisa akan meningkat hingga USD 12 miliar per tahun dan penerimaan pajak yang diprediksi mencapai USD 109 miliar.

"Selama ini Pertamina tercatat sebagai kontributor tertinggi bagi keuangan negara melalui pajak, dividen dan signature bonus serta pemasukan lainnya. Inilah salah satu dedikasi Pertamina sebagai perusahaan negara dalam mendukung keuangan negara yang sehat," kata Talullembang, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (6/11).

Pembangunan dan modernisasi kilang nasional akan menggairahkan industri dalam negeri yang sejalan dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 35 persen. Tentunya hal ini jadi peluang bagi industri dalam negeri untuk bermitra dengan Pertamina untuk menyukseskan megaproyek pembangunan dan pengembangan kilang.

"Belajar dari pengalaman, pembangunan kilang dampaknya sangat signifikan dalam membangun sebuah kota industri dan perdagangan dengan pesat," ujar Talullembang.

Dia mengungkapkan, perekonomian kota yang dibangun kilang juga akan tumbuh dengan cepat. Selain itu industri besar maupun kecil juga tumbuh signifikan. Pasalnya, keberadaan proyek tersebut juga akan menciptakan peluang usaha skala kecil. [idr]

Baca juga:
Selisih Harga BBM & Elpiji Subsidi Belum Diterima, Laba Pertamina Hanya USD 753 Juta
Deretan Keuntungan Pembangunan Kilang, Termasuk Buka 172.000 Lapangan Kerja
Pertamina Kebut Pembangunan Kilang, Begini Caranya
Pertamina Belum Selesaikan Negosiasi Harga Lahan untuk Kilang Cilacap
Kilang Pertamina Tak Lagi Produksi Euro 2 Mulai 2026

Topik berita Terkait:
  1. Pertamina
  2. Kilang
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini