Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pernah Selamatkan RI dari Krisis, UMKM Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Pernah Selamatkan RI dari Krisis, UMKM Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi UMKM. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan tetap menjadi garda terdepan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun sangat perlu juga untuk membuka kerjasama investasi.

"Indonesia pernah diselamatkan ekonominya sama UMKM. Pada saat krisis moneter, korporasi besar melarikan diri. Tapi yang selamatkan kita adalah UMKM. Jadi UMKM masih jadi garda terdepan untuk pertumbuhan ekonomi kita. InsyaAllah bulan depan 99,99 persen total usaha itu UMKM, dan satu-satunya yang menyelamatkan pertumbuhan bangsa, tapi kami terbuka untuk kerja sama," kata Bahlil dalam kegiatan Indonesia Economic & Investment Outlook 2020, di Gedung Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Senin (17/2).

Bahlil menyebut, UMKM mampu membuka 100 juta lapangan pekerjaan. Itulah alasan dirinya tetap melindungi UMKM, karena menurutnya 60 persen Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh UMKM.

Bahlil pun berharap UMKM bisa berkolaborasi dengan investor, namun jangan mengakuisisi saham daripada saham UMKM itu sendiri. "Kita bisa kolabs dengan asing, lewat kemitraan," ujarnya.

Tingkatkan Daya Saing UMKM

saing umkm rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ungkapan Bahlil, serupa dengan apa yang dikatakan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada November tahun 2019, yakni pihaknya punya tekad untuk membawa produk-produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) punya daya saing tinggi dan bisa masuk ke dalam rantai pasok global (global value chain).

Salah satunya dengan program yang dia canangkan, yakni dengan memberi dukungan pembiayaan dan investasi. Hal ini dilakukannya lantaran banyak UMKM yang punya masalah dalam hal pembiayaan.

"Bukan sedikit, banyak pembiayaan yang diberikan ke UMKM. Bank non-bank, kredit non-kredit, tapi tidak mudah UMKM akses itu. Kita buat bagaimana agregasi bisa dipercepat," kata Menteri Teten.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP