Perlancar investasi Arab Saudi, pemerintah pelototi aspek aturan
Merdeka.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah mengakhiri kunjungan bilateralnya dengan pemerintah Indonesia. Selama tiga hari di Jakarta, Raja Salman dan Presiden Jokowi telah menyepakati 11 MoU pada beberapa sektor strategis.
Staf Divisi Komunikasi Kantor Presiden, Jojo Raharjo, mengatakan Arab Saudi sedang mencari negara Timur untuk menjadi rekan kerja dengan berinvestasi. Untuk itu, dia memastikan pemerintah akan menghindari aturan tumpang tindih yang dapat menghambat investasi tersebut.
"Peraturan jangan sampai tumpang tindih, itu harus dikawal bersama. Kemudian kita bisa membuat komitmen itu terjaga, kita bisa sejajar dengan para investor. Ini karena mereka mencari kiblat baru mereka mulai menengok timur, setelah 47 tahun lamanya," ujar Jojo, di Gado Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/3).
Menurutnya, peraturan merupakan suatu perangkat yang menjamin kenyamanan dalam melakukan investasi. Oleh karena itu, sebelum negara asing melakukan investasi sebaiknya aturan yang berkaitan dengan hal tersebut sudah dipersiapkan terlebih dahulu.
Selain itu, Jojo membenarkan terkait sebelas MoU yang telah ditandatangi oleh Raja Salman dan Presiden Jokowi, memang tidak memuat mengenai jaminan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Arab Saudi.
"Itu kan masalah teknis (MoU) dan detail tentu nanti akan diproses. Sudah hampir 2 tahun lewat tak ada eksekusi karena mereka berkontribusi besar. Saya kira tak harus detail semuanya itu. Yang menarik pernyataan Raja Salman bahwa warga Indonesia adalah warga negara kami juga," ujarnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya