Perkuat jaringan di Jepang, BNI buka cabang Osaka
Merdeka.com - Bank Negara Indonesia memperluas pelayanan perbankannya di kawasan barat Jepang dengan mengaktifkan kantor pemasaran di Osaka. Dengan demikian, BNI telah memiliki dua kantor cabang di Jepang, setelah kantor cabang di Tokyo yang beroperasi sejak 1 Desember 1959.
Dengan dibukanya kantor pemasaran di Osaka ini, bank-bank regional Jepang (JRB) yang berlokasi di bagian barat negeri sakura ini akan semakin mudah mendapatkan pelayanan dari BNI dalam berbagai bentuk.
Mulai dari jasa perbankan kepada nasabah JRB yang ingin berbisnis di Indonesia antara lain cash management dan pembiayaan usaha, hingga pemberian informasi menyeluruh tentang potensi investasi di Indonesia.
Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, pembukaan Kantor Pemasaran BNI di Osaka merupakan bentuk realisasi dari tekad BNI untuk menjembatani Indonesia ke dunia internasional.
BNI yakin, penguatan jaringan di Jepang secara tidak langsung memberi gambaran ke calon investor, sehingga pengusaha Negeri Matahari Terbit tersebut semakin terdorong untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Selain melayani jasa dan produk BNI, kantor BNI mendukung investasi perusahaan Jepang ke Indonesia," ujar Gatot dalam berita tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (21/2).
Kantor BNI di Osaka juga mangakomodir keperluan perusahaan di Jepang bagian Barat yang mempunyai hubungan bisnis dengan Indonesia. Ini penting karena kawasan barat Jepang tergolong pusat industri terkemuka. Beberapa perusahaan besar yang memiliki bisnis di Indonesia, seperti Panasonic dan Toyota berada pada cakupan pelayanan kantor BNI di Osaka.
"Perusahaan Jepang yang berbisnis di Indonesia yang berada di sekitar Osaka yang potensinya besar. Sinergi BNI Tokyo, BNI Osaka, dan Japan Desk diharapkan dapat semakin mempercepat pertumbuhan bisnis Indonesia dan Jepang," klaim Gatot.
Jaringan BNI di Jepang sudah mencapai 46 JRB yang sudah diikat dalam nota kesepahaman kerja sama, di samping kerja sama yang telah dilakukan dengan JBIC (Japan Bank for International Cooperation).
Saat ini perusahaan Jepang yang ada di Indonesia berjumlah sekitar 1.200 perusahaan dengan potensi dana sebesar USD 48,8 miliar. Jumlah tersebut sangat potensial untuk dapat digarap oleh BNI melalui penyediaan layanan perbankan yang dimiliki. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya