Perang dagang AS-China jadi salah satu alasan BI tahan suku bunga acuan
Merdeka.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,25 persen. Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,50 persen dan Lending Facility 5,00 persen.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Indonesia BI, Firman Mochtar, mengatakan bahwa keputusan menahan suku bunga acuan berdasarkan beberapa pertimbangan.
"Menurut bacaan kami, kondisi ekonomi global dalam track membaik, Amerika dalam perkembangan terakhir pertumbuhan ekonomi mereka tumbuh. Lalu, mengenai kemungkinan normalisasi kebijakan, terutama yang di Amerika, suku bunga kebijakan mereka yang sudah dilakukan," kata Firman di Kawasan Senggigi, Lombok, Sabtu (21/4).
Selain itu, Firman mengungkapkan BI juga mengambil keputusan untuk menahan suku bunga setelah mencermati perang dagang Amerika dengan China.
"Kami mencermati perkembangan kebijakan perdagangan antara Amerika dan China yang mempengaruhi perekonomian dunia secara keseluruhan. Ini di satu sisi ada dampak positif, tapi juga ada beberapa resiko yang mesti dicermati," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi domestik saat ini dinilai masih solid. "Sejauh ini, kami melihat bahwa pertumbuhan ekonomi masih tetap solid. Ditopang kondisi domestic dan external yang masih baik. Domestik baik, didukung investasi tumbuh dengan baik. Investasi dalam bentuk bangunan dan non bangunan baik. Bangunan tumbuh ditopang proyek infrastruktur. Dari sisi non bangunan, dampak kondisi eksternal dampak lanjutan yang positif. Tambang tumbuh, sektor investasi lainnya masih baik."
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya