Penuhi Kebutuhan Vaksin, Pemerintah Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Farmasi Dunia

Jumat, 11 September 2020 12:36 Reporter : Merdeka
Penuhi Kebutuhan Vaksin, Pemerintah Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Farmasi Dunia vaksin corona. ©REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Merdeka.com - Pemerintah terus melakukan penjajakan ke lembaga dan perusahaan farmasi dunia untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia. Saat ini, pemerintah telah memperoleh 30 juta dosis vaksin Covid-19 untuk akhir tahun 2020 dan 300 juta dosis untuk tahun 2021.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir mengatakan, sejak awal, pemerintah telah melakukan penjajakan dengan lembaga-lembaga kesehatan seperti Koalisi untuk Kesiapan dan Inovasi Epidemi (CEPI), badan kesehatan dunia (WHO) hingga Unicef. Sebab, jumlah vaksin yang dibutuhkan masih cukup banyak untuk melakukan imunisasi massal.

"Tentu, perusahaan-perusahaan farmasi multinasional lainnya juga seperti Astrazeneca, Cansino, dan Pfizer, ini kami jajaki. Kita harapkan di 2022 atau bahkan 2021, 30 persen bisa didapatkan," kata Erick dalam tayangan virtual, Jumat (11/9).

Sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) telah bekerjasama dengan Sinovac Biotech dari Tiongkok untuk pengadaan vaksin. Jika proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar, 20 juta dosis vaksin bisa tersedia di akhir tahun. Dan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia.

Selain itu, kerjasama juga dilakukan PT Kimia Farma dengan Grup42 (G42) dari Uni Emirat Arab (UEA). Nantinya, Indonesia akan memperoleh 10 juta dosis vaksin dari kerjasama ini pada akhir tahun 2020, kemudian ditambah lagi sebanyak 50 juta dosis untuk tahun depan.

"Jadi insya Allah, di akhir tahun ini ada 30 juta (dosis) dan di tahun depan ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta mungkin 340 juta," kata Erick.

Namun, jumlahnya hanya cukup meng-cover 170 juta penduduk saja, karena vaksinasi dilakukan sebanyak 2 kali per orang. Oleh karenanya, diharapkan penjajakan ke lembaga dan perusahaan farmasi tadi bisa menghasilkan kesepakatan pengadaan vaksin sebagaimana yang sudah direncanakan.

Tak hanya itu, pihaknya juga memprioritaskan pembuatan Vaksin Merah Putih, yang mana ditargetkan untuk dapat mulai diproduksi di tahun 2022. Hal ini dikarenakan vaksin-vaksin hasil kerjasama hanya bertahan 6 bulan hingga 2 tahun sehingga Indonesia tidak bisa terus ketergantungan.

"Kita menyampaikan bahwa vaksin merah putih ini prioritas. Dari informasi didapatkan, insya Allah, uji-klinis tahap 1 dan 2 bisa berjalan tahun depan sehingga di tahun 2022 kita mulai produksi vaksin merah putih," tandasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini