Penjelasan Sederhana Mengapa Ekonomi Indonesia Kalah dengan Malaysia dan Singapura

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen akan sulit tercapai jika aspek ini tidak diprioritaskan.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Penjelasan Sederhana Mengapa Ekonomi Indonesia Kalah dengan Malaysia dan Singapura
Penjelasan Sederhana Mengapa Ekonomi Indonesia Kalah dengan Malaysia dan Singapura (Merdeka.com)

Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan alasan di balik lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Dia menyebut salah satu faktornya adalah kedua negara tersebut mewarisi tradisi hukum Inggris. Di mana penerapan hukum yang lebih ketat dan pasti. Sehingga hal itu memudahkan para pengusaha dan investor asing untuk menanamkan modal.

"Itu memudahkan para pengusaha dan para inspektor asing untuk datang ke Malaysia dan Singapura untuk menanamkan modal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kedua negara itu," kata Yusril dalam acara Hari Kewirausahaan, Jakarta, Selasa (10/6).

Oleh karena itu, menurut Yusril, untuk menggejot pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang ditargetkan oleh Presiden Prabowo Subianto yakni 8 persen, tugas negara adalah menjamin dan menciptakan kepastian hukum yang adil.

"Tanpa kepastian hukum yang adil sulit bagi kita untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen, yang kita harapkan bersama itu kita jangan mengulang lagi kesalahan yang terjadi pada masa orde baru dahulu pemohonan hukum kita itu selalu disampingkan," paparnya.

Lebih lanjut, Yusril bilang fokus utama saat ini adalah pada pembangunan ekonomi. Namun, menurutnya, jika aspek hukum diabaikan, maka upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi akan menjadi sulit terwujud.

"Fokus kita kepada ekonomi, gagap gempita kita membangun ekonomi tapi kalau kita mengabaikan hukum, akhirnya upaya kita mengejar pertumbuhan ekonomi itu sulit untuk dicapai," Yusril mengakhiri.

Rekomendasi