Penjelasan Lengkap Menko Luhut Mengenai Film Sexy Killers

Rabu, 8 Mei 2019 19:52 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Penjelasan Lengkap Menko Luhut Mengenai Film Sexy Killers tambang. shutterstock

Merdeka.com - Dua hari sebelum pemilihan presiden, masyarakat dihebohkan oleh sebuah tayangan film dokumenter berjudul 'Sexy Killers' di youtube. Tayangan tersebut di antaranya menyeret nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan sebagai salah satu pemilik perusahaan tambang batu bara.

Menyoal hal tersebut, Menko Luhut menegaskan dirinya tidak ada sangkut paut apapun dengan apa yang ditayangkan oleh Sexy Killers.

"Sexy killers, saya terus terang gak ada urusan dengan sexy killers, saya di sini cuma ada satu perusahaan yang ikut yaitu Kutai Energi, itu saya memang punya 99 persen," kata dia di kantornya, Rabu (8/5).

Sementara itu, perusahaan Toba Bara Sejahtera yang disebutkan juga merupakan miliknya adalah tidak benar. Dia menjelaskan, perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya dimiliki oleh banyak orang.

"Tapi kalau Toba Bara Sejahtera itu publik company, dulu memang saya mayoritas, tapi 3,5 - 4 tahun lalu saya jual, jadi saya gak punya lagi saham di sana. Jadi kalau dibilang yang aneh - aneh, gak lah," ujarnya.

Selain itu, proses menjadi sebuah public company tidak lah gampang. Isu lingkungan sudah pasti menjadi salah satu syarat sebuah perusahaan menjadi terbuka. Sehingga dia yakin bahwa perusahaan tersebut tidak melakukan kerusakan lingkungan seperti yang disangkakan.

"Dan kalau menjadi publik company kan sudah melalui proses panjang banget itu mengenai lingkungan lah, pajak lah, mengenai segala macam. Jadi memang terlalu banyak kita ini ribut dengan berita-berita gak jelas. Dibilang bilang saya 140 ribu hektare tanah. ya kalau ada 140 ribu kau bagi-bagi saja lah ya, itu saja dari saya," ujarnya.

Dia mengakui dirinya memang memiliki banyak aset dan bukan merupakan orang miskin di Republik ini. Namun tidak seburuk apa yang selama ini diberitakan.

"Saya sih punya aset, ga miskin- miskin amat lah masih oke lah, tapi kalau seperti di berita yang dibilang tadi sama sekali gak bener. Kutai Energi pun saya baru dapat laporan terima penghargaan lagi mengenai lingkungan dan mengenai pembayaran pajak beberapa waktu yang lalu, dan CSR mereka pada pendidikan di daerah itu tadi saya baru lihat," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini