Pengusaha Teknologi Informasi Mulai Khawatir Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Senin, 23 Maret 2020 17:54 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pengusaha Teknologi Informasi Mulai Khawatir Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) mengakui dampak pelemahan nilai Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpengaruh besar terhadap kelangsungan industri. Mengingat, sebagian bahan baku yang dipakai pada produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) masih didatangkan dari luar.

Ketua Umum APTIKNAS, Soegiharto Santoso mengatakan, posisi Rupiah di kisaran Rp16.000 per USD memang membuat pelaku usaha khawatir. Apalagi kondisi ini juga tidak lepas dari pengaruh adanya virus corona yang kini sudah menjadi pandemi internasional.

"Kurang lebih (dampaknya) seperti tahun lalu. Cuma ini lebih mengkhawatirkan ya. Karena virus corona juga," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Senin (23/3).

Kendati begitu, dirinya mengaku sudah teruji melewati kondisi pelemahan terjadi saat ini. Terlebih, kondisi itu pernah dirasakan sebelum-sebelumnya saat terjadi krisis 1998 dan juga 2008 lalu.

"Sebagiannya kita sudah sangat teruji naik pun juga kita bisa mengayun lah bisa strateginya langsung naik (harga penjualannya) atau kita mengikuti habisin stok dan lain sebagiannya," kata dia.

1 dari 1 halaman

Bergantung Pada China

china rev1

Dia menambahkan, pelaku usaha sendiri sebagian besar masih bergantung pada China. Sebab, beberapa komponen industri TIK tidak diproduksi di dalam negeri, sehingga memutuskan untuk impor dari negeri Tirai Bambu tersebut.

"Pembelian memang sebagian besar sudah pasti dari China, Hong Kong, Thailand, Singapura dan Malaysia. Mayorotas dari China produksinya di sana," tandas dia.

Seperti diketahui, Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antar-bank di Jakarta pada awal pekan kembali tertekan menembus level Rp16.500 per USD. Pada pukul 09.53 WIB, rupiah bergerak melemah 590 poin atau 3,7 persen menjadi Rp16.550 per USD dari sebelumnya Rp15.960 per USD.

"Rupiah kemungkinan bisa tertekan lagi hari ini mengikuti sentimen negatif yang membayangi pergerakan aset berisiko pagi ini seperti indeks saham futures AS, indeks saham Australia, Nikkei (Jepang) dan Kospi (Korea Selatan) yang bergerak negatif serta sebagian mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta, dikutip Antara, Senin (23/3). [idr]

Baca juga:
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok, Tembus Level Rp16.575 per USD
Kekhawatiran Virus Corona Belum Reda, Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.000 per USD
Pelemahan Rupiah Kerap Jadi Momen Pedagang Spekulan Naikkan Harga Barang
IHSG dan Rupiah Terkapar, BKPM Yakinkan Investor Hal Sama Terjadi di Dunia
Kopi Kenangan Khawatirkan Pelemahan Rupiah Ganggu Bisnis Makanan
Rupiah Kembali Anjlok ke Level Rp16.500 per USD

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini