Pengusaha ritel dorong pemerintah perlakukan setara bisnis online dan offline

Rabu, 1 November 2017 18:47 Reporter : Siti Nur Azzura
Online Shop. ©2014 Merdeka.com/frugallivingforlife.com

Merdeka.com - Pelemahan industri ritel telah membuat para pengusaha menutup sebagian gerai ritel miliknya. Hal ini mulai membuat para pelaku usaha lainnya resah memikirkan bagaimana caranya mempertahankan gerai ritel yang masih berdiri hingga saat ini.

CEO Sogo Departemen Store, Handaka Santosa, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak didorong oleh konsumsi domestik. Sehingga, masih ada peluang bagi ritel konvensional untuk tetap bertahan di tengah pesatnya perkembangan bisnis online.

"Ya sebetulnya kalau dicermati lebih dalam, pertumbuhan ekonomi kita didorong konsumsi domestik. Sebenarnya bisnis ritel tidak ada matinya selama tahu yang diinginkan pelanggan," kata Handaka di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (1/11).

Selain itu, dia juga meminta agar pemerintah bisa memberikan perlakuan yang sama terhadap ritel konvensional maupun ritel online. Salah satunya dengan mengeluarkan peraturan yang mengatur keberadaan bisnis online, sehingga semuanya bisa tertata dengan benar dan tidak ada kerugian dari salah satu pihak.

"Pemerintah harus antisipasi, pemerintah tahu ekonomi didorong konsumsi domestik. Misalnya bisnis online dan offline perlakuannya sama, di offline dicek SNI dan cek ada label Bahasa Indonesia tidak, ramah lingkungan tidak, capek juga padahal kita sesuai. Sedangkan, di offline ada peraturan apa," imbuhnya.

Sama halnya dengan Handaka, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey juga meminta pemerintah untuk segera mengeluarkan regulasi mengenai e-commerce, dan juga menyelesaikan revisi Perpres 112 tahun 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

"Kami meminta regulator memberikan keberpihakannya kepada kami, dengan kata lain yang menjadi PR bersama, karena kita ada 600 anggota, dengan 25 DPD, tentu suara ini kalau diizinkan disampaikan bagaimana ritel ini tetap eksis dan berkembang. Karena ritel ini dari hulu dan hilir ada 14 juta," jelas Roy.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.