Pengusaha beberkan penyebab PHK besar di industri tambang
Merdeka.com - Ketua Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) Apindo, Muliawan Margadana mengatakan, salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di perusahaan tambang adalah fluktuasi harga barang tambang yang diatur oleh mekanisme harga global.
"Masalah yang membuat PHK besar di industri tambang, salah satunya adalah harganya enggak ditentukan oleh kita sendiri sebagai penjual dan pembeli, kontrol harga dilakukan secara internasional," ungkapnya dalam diskusi bertajuk hubungan industrial dan kelangsungan investasi sektor pertambangan di kantor Apindo, Kuningan, Jakarta, Rabu (23/8).
"Kalau harga batu bara turun, ya turun sedunia, harga emas turun, juga turun sedunia," tambahnya.
Menurutnya, fluktuasi harga tersebut menyebabkan beberapa perusahaan mengalami kerugian. Maka cara terakhir yang diambil untuk menutupi kerugian dan tetap bertahan adalah dengan melakukan PHK.
"Beban berat biaya ketenagakerjaan, peraturan tenaga kerja kita kaku ya tanpa di ikuti produktivitas yang seimbang. Sebagai akibat maka perusahaan tambang berusaha survive," jelas dia.
Meski demikian, dia tetap berharap agar keputusan melakukan PHK benar-benar merupakan kebijakan paling terakhir diambil, mengingat banyak perusahaan tambang yang bergerak di daerah-daerah dan turut menjadi motor penggerak ekonomi daerah tempatnya beroperasi.
"2014 sampai 2016 misalnya ada PHK massal di kalimantan yang juga terlihat berpengaruh di ekonomi lokal. Hotel-hotel relatif sepi dan seterusnya."
"Makanya perusahaan tambang ini cenderung outsourcing dan pekerjakan pekerja kontrak. Karena beban biaya jaminan sosialnya tinggi, totalnya misalnya bisa 10,24 sampai 11,74 persen. Di industri tambang, itu menjadi beban terbesar pemberi kerja. Lalu kenaikan upah minimum 14 persen, dan juga ada cadangan pesangon delapan persen," tutur dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya