Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha akui dari 100 persen devisa hasil ekspor, baru 80 persen masuk ke Indonesia

Pengusaha akui dari 100 persen devisa hasil ekspor, baru 80 persen masuk ke Indonesia dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani meminta para pengusaha dalam negeri untuk menukarkan valas yang dimilikinya ke dalam Rupiah. Hal ini dalam rangka mendukung penguatan nilai tukar Rupiah.

Rosan mengakui, dari 100 persen devisa hasil ekspor (DHE) yang dihasilkan para pengusaha dari kegiatan ekspornya, baru sekitar 80 persennya saja yang masuk ke Indonesia. Dan dari jumlah tersebut, hanya 15 persen yang ditukarkan ke dalam Rupiah.

"Saat ini memang dari 100 persen devisa hasil ekspor, 80 persen-81 persen yang masuk ke Indonesia. Masih ada 19 persen yang belum masuk. Dari 80 persen itu, baru 15 persen yang ditukarkan ke rupiah. Nah diharapkan dari pengusaha membantu penguatan rupiah, dengan menukarkannya dalam rupiah," ujar dia di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (15/8).

Untuk menstimulus hal tersebut, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan kebijakan, salah satunya dengan menurunkan tarif swap lindung nilai (swap hedging). Kebijakan ini mendapatkan sambutan baik dari para pengusaha.

"Hal itu dapat dilakukan dengan opsi yang diberikan oleh BI bahwa pada saat pengusaha membutuhkan Dolar atau Rupiah bisa diberikan dengan rate yang baik. Saat ini BI sudah mempunyai mekanisme yang sudah ada hedging swap dan lain-lain, yang dilaksanakan dengan BUMN. Bank Mandiri juga tidak akan ambil cost tambahan dari swap yang diberikan BI. Ini hal yang positif," ungkap dia.

Saat ini, para pengusaha telah sepakat untuk turut membantu memperkuat ekonomi dan memperbaiki nilai tukar Rupiah. ‎Diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini sesuai dengan apa yang diharapkan.

‎"Pemerintah responsif terhadap keadaan sekarang yang memang dibutuhkan suatu sinergi bersama, dunia usaha punya tujuan bersama, bagaimana kita terus mengembangkan perekonomian yang sehat dan tumbuh berkualitas. Diperlukan skala prioritas dan tujuan bersama sehingga pertumbuha ekonomi tetap terjaga dan tetap memberikan harapan-harapan ke depan yang sangat baik," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP