Penguatan Rupiah Dinilai Tak Besar Dipengaruhi PSBB Transisi

Senin, 12 Oktober 2020 12:59 Reporter : Siti Nur Azzura
Penguatan Rupiah Dinilai Tak Besar Dipengaruhi PSBB Transisi Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak melemah di perdagangan hari ini, Senin (12/10). Pagi ini, Rupiah dibuka di Rp 14.685 per USD, menguat dibanding penutupan minggu lalu di Rp 14.700 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah langsung bergerak melemah usai pembukaan ke Rp 14.703 per USD. Meski sempat stagnan, namun Rupiah kembali melemah dan saat ini berada di Rp 14.715 per USD.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat seiring dengan pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

"Rupiah hari ini ada potensi penguatan karena PSBB transisi," kata Ariston di Jakarta, dikutip Antara, Senin (12/10).

Namun di sisi lain, pasar mewaspadai isu penerimaan UU Cipta Kerja yang masih berpotensi demo. Mempertimbangkan hal tersebut, dia memprediksi penguatan rupiah kemungkinan tidak besar.

Sementara itu dari eksternal, pasar masih memantau perkembangan pembicaraan stimulus AS yang masih mandek. Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.650 per USD hingga Rp14.750 per USD.

"Ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS lagi," imbuhnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini