Pengenaan bea impor baja AS dikhawatirkan pengaruhi daya saing industri RI

Rabu, 7 Maret 2018 17:39 Reporter : Siti Nur Azzura
Pengenaan bea impor baja AS dikhawatirkan pengaruhi daya saing industri RI Darmin Nasution. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasutionmengatakan pengenaan bea masuk baja dan aluminium oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) akan dirasakan oleh dunia, termasuk menjadi tantangan bagi industri dalam negeri.

Menurutnya, akan terjadi persaingan antar negara, di antaranya China dan Jerman. Selama ini, kedua negara tersebut mengekspor baja ke Amerika Serikat. Namun dengan adanya kebijakan ini, maka kedua negara tersebut akan mencari pasar lain, salah satunya Indonesia.

"Buat industri baja kita ya itu berarti tantangan dan saingan. Tetapi bagi konsumen belum tentu, mereka senang saja kalau harganya turun," kata Darmin seperti dikutip Antara, Rabu (7/3).

Dengan banyaknya baja yang masuk ke Indonesia, dikhawatirkan akan memengaruhi daya saing baja dalam negeri. Padahal, Indonesia tengah membangun daya saing industri baja. Selain bisa memenuhi seluruh kebutuhan baja dalam negeri, diharapkan baja Indonesia bisa semakin banyak digunakan negara di dunia. Untuk itu, Darmin masih akan berunding dengan Kementerian Perindustrian.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai dengan diberlakukannya bea impor baja AS dikhawatirkan akan memicu perang dagang antara AS dan China. Hal ini akan terjadi jika China membalas kebijakan bea impor baja AS.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan seluruh dunia sedang menantikan kepastian dari rencana yang juga berpotensi membuat negara-negara yang selama ini mempunyai hubungan dagang saling membalas dari sisi tarif.

"Kami lihat saja dulu, dinamika mengenai kebijakan itu sedang diperdebatkan antara Presiden Trump dengan kongres dan senat," ucap Sri Mulyani.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memastikan akan menerapkan tarif impor baja sebesar 25 persen dan aluminium sebesar 10 persen untuk melindungi industri dalam negeri. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini