Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat: Karena alih fungsi lahan, bulir padi menjadi kecil-kecil

Pengamat: Karena alih fungsi lahan, bulir padi menjadi kecil-kecil Sawah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamat pertanian dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ikbal Bahua, menilai alih fungsi lahan persawahan menjadi bangunan yang terjadi di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, membutuhkan penanganan serius dalam pencegahan dari pemerintah setempat. Apalagi lahan dengan irigasi teknis yang sudah beralih fungsi.

Jika itu terus terjadi, akan berdampak buruk bagi masyarakat yang masih mempertahankan sawahnya, karena akan kekurangan suplai air.

"Bahkan sawah yang ada bangunan disekitarnya akan terganggu, bulir padi bisa menjadi kecil-kecil. Bahkan para petani yang biasa memanen tiga kali dalam satu tahun, akan menjadi setahun saja," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (14/4).

Dia juga mengatakan, hama akan banyak mengganggu. Seperti tikus, yang biasanya berada di rumah-rumah warga, akan berpindah ke lahan sawah, sehingga mengurangi hasil panen para petani.

Kondisi lain yang dia amati adalah harga pangan makin mahal namun alih fungsi lahan terus terjadi. Padahal, pemerintah pusat sedang gencarnya menerapkan program swasembada pangan.

"Kita butuh regulasi-regulasi yang sanggup menciptakan ekosistem yang baik. Bahkan analisis dampak lingkungan (AMDAL) harus terus diperhatikan agar pembanguan tidak begitu mengganggu lingkungan," katanya.

Banyaknya dampak dari alih fungsi lahan persawahan menjadi bangunan, diantaranya banjir bisa menghantui daerah itu.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP