Pengamat: Investasi Bakal Tumbuh Usai Pengumuman Pilpres, tapi Tak Tinggi

Selasa, 21 Mei 2019 15:27 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Pengamat: Investasi Bakal Tumbuh Usai Pengumuman Pilpres, tapi Tak Tinggi

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Muhammad Faisal memprediksi bahwa pengumuman hasil pilpres oleh KPU akan berdampak positif pada ekonomi. Salah satunya menggeliatkan kembali sektor bisnis.

"Yang jelas kalau dari pengumuman ini kan yang jelas seharusnya memberikan kepastian siapa yang menjadi pemimpin lima tahun ke depan sehingga ada kepastian politik ini dari sisi bisnis juga ada kepastian dalam hal pengambilan keputusan bisnis yang selama ini mungkin tertahan," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (21/5).

Pelaku usaha katanya akan lebih yakin dalam mengambil keputusan, baik untuk berinvestasi maupun melakukan ekspansi bisnis setelah mengetahui pemenang kontestasi lima tahunan tersebut.

"Keputusan untuk berinvestasi, untuk ekspansi itu sudah menjadi jelas. Nah ini semestinya kepastian ini yang memberikan keyakinan kepada pelaku usaha untuk kembali menjalankan usaha seperti tahun-tahun sebelumnya," lanjut dia.

Dia mengatakan investasi yang pada tahun pemilu sempat tertekan pun akan kembali rebound. Dia memprediksi investasi akan menunjukkan peningkatan di tahun 2020. "Kalau kita melihat secara historis setelah tahun Pemilu ini memang umumnya selalu rebound. Saat tahun pemilu di tahun 2014, 2009, itu biasanya investasi, penanaman modal tetap bruto itu memang pertumbuhannya tertekan, melambat, tapi setelah itu biasa kembali lagi meningkat," jelas dia.

"Tahun depan saya pikir kemungkinan besar memang akan lebih baik dibandingkan tahun 2019," imbuhnya.

Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa pertumbuhan investasi di Indonesia tidak akan terlalu tinggi. Sebab saat ini kondisi perekonomian global tengah melambat.

"Biar bagaimanapun juga, faktor eksternal juga berpengaruh karena ada perlambatan ekonomi kemungkinan masih berlanjut di 2020 dengan efek dari perang dagang juga. Jadi rebound-nya mungkin tidak terlalu tinggi," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini