Pemprov Sulsel buka rute ekspor langsung Makassar-Eropa-Amerika

Jumat, 2 November 2018 21:30 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Pemprov Sulsel buka rute ekspor langsung Makassar-Eropa-Amerika Bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja sama dengan PT Pelindo IV melepas ekspor perdana direct call (pelayaran langsung) Makassar-Eropa dan Makassar-Amerika Serikat di Makassar New Port (MNP), Jalan Sultan Abdullah Raya, Kecamatan Tallo, Makassar, Jumat (2/11).

Ekspor perdana direct call yang didukung sejumlah pihak seperti Bea Cukai, Balai Besar Karantina Pertanian, Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Otoritas Pelabuhan Makassar, Asosiasi Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) ini dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Dirut PT Pelindo IV Farid Padang, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi dan Kapolda Sulsel Irjen Polisi Umar Septono.

Rencananya, ekspor perdana direct call sekaligus launching proyek strategis nasional Makassar New Port Tahap I dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno namun karena ada rapat terbatas, Rini tak hadir dan kegiatan ini diresmikan Forkopimda atau Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

"Ekspor perdana direct call ini dilaksanakan untuk mendukung program 100 hari Pemprov Sulsel dalam pengembangan konektivitas pelabuhan ekspor dan pelabuhan feeder di Sulsel, program strategis nasional terkait konektivitas dan daya saing produk ekspor Sulsel," kata Nurdin Abdullah.

Ekspor direct call perdana Makassar-Eropa dan Makassar-Amerika Serikat ini diikuti oleh empat eksportir yaitu PT Megahputra Sejahtera, KJUB Puspeta Luwu, CV Adi Urta dan CV Harapan Utama dengan komoditi biji kopi, rumput laut dan kayu olahan. Total volume 200,92 ton (11 kontainer) senilai USD 895,450.98 atau setara dengan Rp 13,52 miliar.

Kata Nurdin, ini akan berlangsung secara berkelanjutan setiap minggu. Total kontainer yang dimuat SITC Lines pada direct call ini sebanyak 298, terdiri dari 287 kontainer tujuan Asia, 7 kontainer tujuan Amerika Serikat dan 4 kontainer tujuan Eropa.

"Melalui direct call Makassar-Eropa dan Makassar-Amerika Serikat, eksportir mendapatkan kemudahan dan efisiensi biaya dan waktu tempuh ke negara tujuan ekspor," ujar Nurdin.

Sebagai gambaran waktu tempuh Makassar-Eropa, selama ini ditempuh selama 61 hari dengan biaya USD 2.200 per kontainer 20 feet dengan direct call waktu tempuh menjadi 42 hari dengan biaya USD 1.700 per kontainer 20 feet, sehingga terdapat efisiensi waktu 19 hari dan efisiensi biaya sebesar USD 500 per kontainer.

Adapun untuk ekspor dengan tujuan kawasan Asia, Sulsel sejak Desember 2015 telah melaksanakan ekspor direct call. Ekspor Sulsel per Januari-September 2018 sebesar USD 905.572.167.96, tumbuh sebesar 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar USD 773.969.153.86, di mana sektor pertanian berkontribusi sebesar 20,39 persen, sektor Industri 19,19 persen dan sektor tambang 60,40 persen.

Dari sisi komoditas, terdapat 10 besar komoditas unggulan ekspor yang berkontribusi meliputi, nikel, rumput laut, mete kupas, udang segar, cocoa mass, biji kakao, cocoa liquor, telur ikan terbang, dedak gandum dan udang olahan.

10 negara tujuan ekspor utama terbesar meliputi Jepang, China, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam, Republik Korea, Belanda, Jerman, Filipina dan Rusia. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Ekspor Impor
  2. Makassar
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini