Pemprov Kalimantan Timur siapkan daging segar 16.028 ton jelang Ramadan 2018

Sabtu, 12 Mei 2018 18:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
Daging. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan sekitar 16.028 ton daging segar baik daging sapi maupun daging ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan 2018. Daging tersebut berasal dari peternak lokal dan luar daerah.

"Daging sebanyak itu merupakan bahan yang masih berupa ternak hidup dan siap dipotong dengan komoditas dari peternak lokal dan dari luar daerah," ujar Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim Dadang Sudarya seperti dikutip Antara di Samarinda, Sabtu (12/5).

Adapun rinciannya adalah daging sapi sebanyak 15.306 ekor atau setara 2.412 ton daging segar setelah disembelih dan dikonversi. Kemudian kambing sebanyak 14.986 ekor atau setara 202 ton, dan ayam sebanyak 13.022.857 ekor atau setara 13.414 ton.

Menurut Dadang, persediaan daging tersebut diprediksi masih berlebih karena kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini sebanyak 15.682 ton daging segar. Sehingga berdasarkan hitungan perkiraan masih ada kelebihan sebanyak 346 ton daging.

Sedangkan rincian kebutuhan daging yang diprediksi sebanyak 15.682 ton itu terdiri atas 2.352 ton daging sapi segar atau setara 14.925 ekor sapi, kemudian 193 ton daging kambing atau setara 14.286 ekor, dan 13.137 ton daging ayam atau setara 12.754.796 ekor.

Dadang menuturkan, berbagai jenis ternak tersebut masih lebih banyak didatangkan dari luar daerah, kecuali ayam ras yang hampir dapat dipenuhi oleh peternak lokal, sehingga Disnak Kaltim terus mendorong peternak mengembangkan usahanya agar ke depan bisa memenuhi permintaan lokal.

Ia menjelaskan bahwa ternak sapi masih 72,56 persen didatangkan dari luar provinsi seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Palu, dan Jawa Timur. Sementara sisanya 27,44 persen mampu dicukupi oleh peternak lokal dari Samarinda, Kutai Kartanegara dan Berau.

Untuk ternak kambing, lanjut Dadang, terdapat 56 persen yang didatangkan dari luar provinsi seperti Jawa Timur, Palu, dan Sulawesi Selatan, sedangkan sisanya yang tercatat 44 persen sudah mampu dicukupi oleh peternak setempat.

"Untuk ternak ayam sudah lebih baik karena sebagian besar mampu dicukupi peternak lokal, yakni mencapai 90,80 persen, sehingga sisanya yang hanya 9,20 persen didatangkan dari daerah lain seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan," jelas Dadang. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini