Pemerintah Kota Kupang mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah usaha ekonomi kreatif (ekraf) yang aktif hingga akhir tahun 2025. Tercatat sebanyak 467 usaha ekraf beroperasi di berbagai subsektor, memberikan kontribusi nyata terhadap geliat perekonomian daerah Nusa Tenggara Timur. Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina MD Gheta, menyampaikan bahwa monitoring timnya menunjukkan angka ini sebagai bukti potensi besar sektor kreatif di kota tersebut.
Peningkatan jumlah usaha ekraf ini merupakan hasil dari pertumbuhan positif yang berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, hanya terdapat 287 usaha, kemudian meningkat menjadi 413 usaha pada 2023, dan mencapai 460 usaha pada 2024. Angka 467 usaha aktif di 2025 menunjukkan tren positif yang terus berlanjut, membuka peluang baru bagi masyarakat.
Tiga subsektor utama menjadi tulang punggung pertumbuhan Ekonomi Kreatif Kupang, yaitu kriya, kuliner, dan fesyen. Subsektor ini tidak hanya mendominasi jumlah usaha, tetapi juga memperkuat identitas khas Kota Kupang dalam industri kreatif. Pemkot Kupang berkomitmen penuh untuk mendukung perkembangan ini melalui berbagai program pendampingan dan pembinaan.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Kriya, Kuliner, dan Fesyen dalam Ekonomi Kreatif Kupang
Dari total 467 usaha ekraf yang aktif, subsektor kriya memimpin dengan 151 usaha, diikuti kuliner dengan 128 usaha, dan fesyen dengan 43 usaha. Ketiga subsektor ini secara signifikan memperkuat ciri khas Kota Kupang dalam industri kreatif. Produk-produk yang dihasilkan sangat beragam dan unik, mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Contoh produk kriya meliputi tas, dompet, dan berbagai kerajinan lainnya yang dimodifikasi dengan sentuhan kain tenun khas daerah. Sementara itu, produk fesyen menawarkan jas, baju, dan rok yang juga berbahan dasar tenun, menampilkan keindahan warisan budaya. Subsektor kuliner tidak kalah menarik dengan camilan pangan lokal dan makanan berbahan dasar kelor, menonjolkan kekayaan hasil bumi Kupang.
Josefina MD Gheta menegaskan bahwa peningkatan jumlah usaha ini menunjukkan terbukanya peluang industri kreatif di tengah masyarakat. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan ruang-ruang baru untuk mewadahi pemasaran produk ekraf. Oleh karena itu, Pemkot Kupang berupaya memperluas jangkauan dan kesempatan bagi para pelaku usaha.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemkot Kupang dalam Pengembangan Ekraf
Pemerintah Kota Kupang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan Ekonomi Kreatif Kupang melalui pendampingan dan pembinaan berkelanjutan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing para pelaku usaha di berbagai subsektor. Pendampingan ini krusial untuk memastikan keberlanjutan dan inovasi dalam produk-produk kreatif.
Salah satu inisiatif konkret adalah penyelenggaraan pelatihan kriya rajutan kombinasi tenun oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang. Pelatihan ini dilaksanakan pada 19-20 Juni 2025 dan melibatkan 25 peserta perempuan, termasuk ibu rumah tangga, pelaku ekraf, hingga generasi muda Gen Z. Inisiatif semacam ini membekali peserta dengan keterampilan baru yang relevan.
Produk-produk hasil pelatihan tersebut didorong untuk dipasarkan dalam bazar UMKM Saboak Koepan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi para peserta agar terus berkarya dan memperluas jangkauan pasar mereka. Josefina juga menekankan pentingnya memperluas event seperti Saboak Koepan di Taman Nostalgia Kupang untuk melibatkan lebih banyak pelaku ekraf di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Potensi Besar dan Kolaborasi Lintas Sektor
Sektor Ekonomi Kreatif Kupang masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa depan. Pertumbuhan yang konsisten sejak tahun 2022 menjadi indikator kuat bahwa industri ini memiliki prospek cerah. Potensi ini perlu terus digali dan dikembangkan melalui berbagai strategi inovatif.
Josefina MD Gheta menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan untuk membawa dampak nyata bagi pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi inovasi dan pertumbuhan ekraf.
Dengan dukungan penuh dari Pemkot Kupang dan partisipasi aktif masyarakat, Ekonomi Kreatif Kupang diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama perekonomian daerah. Pengembangan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan lokal, tetapi juga mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata Kota Kupang ke tingkat yang lebih luas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews