Pemkot Banda Aceh Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji di Empat Titik, Penuhi Kebutuhan Warga Pasca-Banjir

Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar operasi pasar gas elpiji 3 kg dan non-subsidi di empat lokasi. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelangkaan pasca-bencana, memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banda Aceh Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji di Empat Titik, Penuhi Kebutuhan Warga Pasca-Banjir
Pemerintah Kota Banda Aceh menginisiasi operasi pasar gas elpiji bersubsidi dan non-subsidi di empat lokasi strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pasca-bencana, memastikan ketersediaan dan harga terjangkau. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banda Aceh secara proaktif menggelar operasi pasar gas elpiji bersubsidi 3 kilogram dan non-subsidi di empat titik strategis. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat yang sempat terganggu pasca-bencana banjir dan longsor melanda wilayah Aceh.

Operasi pasar ini dilaksanakan pada Sabtu lalu, melibatkan distribusi langsung ribuan tabung gas di lokasi seperti Pasar Tani, Kecamatan Baiturrahman, Kuta Alam, dan Meuraxa. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turut memantau langsung proses penyaluran gas tersebut.

Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan gas bagi warga setelah jalur transportasi terputus, yang menyebabkan kelangkaan di pasaran. Warga menyambut antusias kegiatan ini, terlihat dari antrean panjang yang tertib di setiap lokasi penjualan.

Ketersediaan dan Distribusi di Empat Titik

Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menjelaskan, suplai gas elpiji bersubsidi 3 kilogram dialokasikan secara spesifik untuk masing-masing lokasi. Pasar Tani mendapatkan alokasi sebanyak 1.120 tabung, sementara Kecamatan Baiturrahman, Kuta Alam, dan Meuraxa masing-masing menerima 560 tabung.

Meskipun suplai telah ditambah, antrean warga tetap panjang, menunjukkan tingginya permintaan di masyarakat. "Tadi kita juga sudah menambah suplai elpiji bersubsidi 3 kilogram, namun antrian masih panjang," ujar Illiza.

Untuk memastikan pemerataan, Pemkot memberlakukan pembatasan pembelian satu tabung per kepala keluarga. Harga jual gas elpiji bersubsidi 3 kilogram dalam operasi pasar ini ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, harga yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.

Jaminan Pasokan dari Pertamina

SBM III Aceh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Muhammad Suhanda, menegaskan komitmennya dalam menjamin ketersediaan pasokan. Ia menyebutkan bahwa total distribusi elpiji bersubsidi dan non-subsidi untuk Kota Banda Aceh dalam dua hari terakhir mencapai 8.400 tabung.

"Insya-Allah dengan stok yang tersedia saat ini, distribusi akan merata dalam Kota Banda Aceh," kata Muhammad Suhanda. Pertamina memastikan bahwa pasokan elpiji kini telah dipasok melalui jalur laut, mengatasi kendala transportasi darat yang sempat terputus.

Suhanda juga mengimbau masyarakat untuk membeli gas sesuai kebutuhan agar semua warga dapat memperoleh bagian. "Jangan pernah khawatir dan panik, karena persediaan sudah sangat cukup," tambahnya, meyakinkan bahwa distribusi akan terus dilakukan ke pangkalan resmi Pertamina di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Pihak Pertamina berupaya keras mendistribusikan energi di Aceh, bahkan dalam kondisi yang tidak biasa. Wali Kota Illiza juga berharap agar mobil pengangkut elpiji dapat segera kembali ke Banda Aceh setelah bongkar muat, demi menjaga ketersediaan stok di pasaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi