Pemerintah tegaskan Euro 4 wajib digunakan saat Asian Games
Merdeka.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Euro 4 wajib dilakukan selama penyelenggaraan Asian Games pada bulan Agustus 2018. Namun dia tidak menjabarkan secara rinci apakah premium akan dikurangi selama penyelenggaraan tersebut.
"Saya minta bukan premium (dihilangkan). Saya minta fasilitas untuk Euro 4 jadi saya enggak sebut secara spesifik premium atau apa. Silahkan saja Pertamina yang tau tetapi bahan bakar yang Euro 4 selama Asian Games itu dipakai. Jadi di spot-spot Jakarta, kalau mungkin Jabodetabek dan juga Palembang," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/3).
Menteri Siti mengatakan, pemerintah mendorong penggunaan Euro 4 karena memiliki kualitas yang ramah lingkungan, sementara jenis BBM dibawah Euro 4 rentan mengandung logam berat. Hingga kini, hanya Indonesia dan Myanmar yang belum menerapkan penggunaan Euro 4 secara permanen.
"(Di bawah Euro 4) itu kan pimbal ya, Pb itu kan logam berat jadi itu sudah aturan. Dan kalau kita pakai oktan yang lebih tinggi itu Pb nya lebih rendah dan itu sebetulnya ke kualitas lingkungan. Kita mungkin sekarang yang belakangan ya. Mungkin tinggal kita sama myanmar. Yang lain udah semua ke Euro 4," jelasnya.
PT Pertamina (Persero) mulai mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan standar Euro 4 untuk mendukung pelaksanaan Asian Games dan pertemuan tahunan Badan Moneter International (IMF) dan Bank Dunia 2018.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, berdasarkan surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), penyaluran Premium tidak dilakukan di wilayah yang menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games dan pertemuan tahunan Badan Moneter International (IMF) dan Bank Dunia 2018. Sebab, BBM yang digunakan harus standar Euro 4 untuk menjaga kualitas udara.
"Tidak ada (penyaluran Premium saat Asian Games), kan ada suratnya dari KLHK," kata Adiatma, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Senin (26/3).
Menurut Adiatma, untuk memenuhi ketentuan dalam surat KLHK tersebut, maka Pertamina mengimpor BBM dengan standar Euro 4. Namun dia belum bisa menyebutkan volume impornya.
"Tapikan sebagian kami masih ada impor juga, aku nggak pegang angkanya," ucap Adiatma.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya