Pemerintah Pelajari Strategi Vietnam Gaet Investor Masuk

Senin, 9 September 2019 13:32 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Pelajari Strategi Vietnam Gaet Investor Masuk Menko Luhut. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui ada yang salah di dalam regulasi pemerintah terkait perizinan dalam menjaring investor masuk ke Tanah Air. Proses perizinan berbelit-belit tersebut kemudian menyebabkan 33 perusahaan China enggan merelokasi usahanya ke Indonesia.

"Kita masih punya peraturan yang berbelit itu sekarang oleh Presiden itu dipotongin," kata Menko Luhut saat ditemui di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/9).

Untuk menjaring investor pemerintah bakal mempelajari negara-negara tetangga yang dianggap mumpuni dalam memikat minat investor masuk. Caranya dengan meniru strategi yang dilakukan Vietnam yang berhasil menjaring perusahaan China yang ingin merelokasi usahanya.

"Kita tiru aja Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia itu aja benchmark kita," imbuh dia.

Kendati begitu, Mantan Menko Polhukam tersebut Luhut juga mengklaim bahwa telah banyak perusahaan yang merelokasi usahanya ke Indonesia. Bahkan, terdapat 11 perusahaan yang berkeinginan membangun industri di Morowali.

"Saya kira akan cukup banyak masuk ke kita. saya bilang Morowali salah satu case loh. Kita tanpa sadari sudah ada lebih 11 perusahaan yang masuk di sana relokasi ke kita sekarang lithium baterai kenapa dia mau bikin di kita karena 80 persen hampir materill baterai lithium ada di Indonesia," tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kecewa perusahaan asing lebih memilih berinvestasi di negara lain ketimbang Indonesia. Dia mendapat laporan dari Bank Dunia bahwa 33 perusahaan yang keluar dari China, justru berinvestasi ke negara-negara tetangga.

"23 (perusahaan) memilih (investasi) di Vietnam. 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Enggak ada yang ke kita," jelas Jokowi saat memimpin rapat terbatas antisipasi perkembangan perekonomian di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/9). [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini