KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pemerintah pastikan tak ada tol Kulon Progo-Borobudur, ini alasannya

Senin, 17 Juli 2017 21:15 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
macet di pintu gerbang tol Cipali. ©2015 Merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), Basuki Hadimuljono, memastikan tidak akan ada pembangunan tol dari Bandara Internasional Kulon Progo ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Pembangunan tol hanya di ruas Bandara Kulon Progo hingga Kota Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Menteri Basuki untuk merespons pernyataan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X soal penolakan pembangunan jalan tol di wilayahnya.

"Bukan itu maksudnya, memang yang tidak diperlukan adalah jalan tol dari Bandara Kulon Progo ke Borobudur," kata Menteri Basuki seperti dikutip dari Antara di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (17/7).

Menteri Basuki melanjutkan untuk pembangunan jalan tol dari Bandara Internasional, Kulon Progo ke Kota Yogyakarta tetap diperlukan. Dengan tujuan masyarakat atau wisatawan yang tiba di bandara itu bisa menikmati objek wisata di Yogyakarta.

Sedangkan apabila jalan tol dibangun dari Bandara Kulon Progo langsung ke Borobudur, dikhawatirkan wisatawan tidak mampir ke kota gudeg itu. "Tol dari bandara ke Yogyakarta itu supaya orang menikmati Yogyakarta," kata dia.

Menteri Basuki mengatakan berkaitan dengan pembangunan tol dari Bandara Kulon Progo ke Yogyakarta, saat ini Kementerian PUPR memang memiliki program pembangunan jalan tol dari Tasik-Cilacap-Yogyakarta-Solo yang dikerjakan oleh PT Jasa Marga.

Menurut dia, rencana proyek pembangunan tol di Yogyakarta itu tidak berbeda dengan proyek pembangunan Trans Jawa di wilayah pantai utara (pantura) yang akan menghubungan Jakarta-Cikampek-Palimanan-Semarang.

"Kalau Trans Jawa itu di wilayah Pantura. Sedangkan di wilayah selatan dimulai dari Tasik, Cilacap, Jogja, dan Solo," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X menolak pembangunan jalan tol di wilayahnya karena khawatir mengganggu stabilitas perekonomian warga provinsi ini.

"Di DIY tidak ada jalan tol, bukannya tidak boleh, pemerintah pusat juga sepakat (tidak ada tol)," kata Sultan saat syawalan bersama Pemkab dan Masyarakat di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Gunung Kidul.

Sultan mengatakan pada 2019 bandara baru di Kulon Progo akan beroperasi, dan untuk memudahkan akses akan dibangun jalan lebar empat jalur bukan tol.

Selain itu jalan Yogyakarta-Solo untuk wilayah Prambanan lebih baik menggunakan jalan baru atau di atas jalan lama khususnya di wilayah Prambanan karena di sana masih ada batuan candi.

"Kalau di luar DIY silakan, seperti di Bawen sampai Salatiga karena geografisnya jurang," kata Sultan.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.