Pemerintah Kaji Bangun Kawasan Ekonomi Khusus Industri di Jawa Tengah dan Timur

Senin, 22 Juli 2019 20:31 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Pemerintah Kaji Bangun Kawasan Ekonomi Khusus Industri di Jawa Tengah dan Timur menko perekonomian darmin nasution soal kawasan ekonomi khusus. ©2019 Humas Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Rapat tersebut membahas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor industri.

Menko Darmin mengungkapkan, hasil rapat tersebut membuka kemungkinan akan ditetapkannya kawasan KEK industri yang berlokasi di pulau Jawa. Wacana tersebut muncul sebagai respon atas permintaan para pelaku industri.

"Selama ini kan memang KEK industri itu kan tidak ada di Jawa, tapi kan belakangan ini banyak permintaan, sehingga Perindustrian tadinya ingin mempelajari dulu, tadi kita undang rapat," kata dia saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (22/7).

Dia mengungkapkan, akhirnya diputuskan bahwa KEK industri boleh didirikan di pulau Jawa. Namun, KEK tersebut harus dikaji terlebih dahulu kriterianya agar tidak mengganggu industri lain yang sudah berada di luar Jawa.

"Kriterianya itu antara lain, itu kalau KEK nya itu fokus pada industri orientasi ekspor, silahkan, kalau itu fokus pada industri substitusi impor, yang mengolah bahan baku dan barang setengah jadi silahkan juga. Atau kegiatan kegiatan yang high end, yang high tech, gitu kira-kira," jelasnya.

Kendati demikian, Menko Darmin enggan merinci lokasi mana saja yang potensial untuk dijadikan KEK industri di Pulau Jawa. "Memang ada juga seperti Singapura mengusulkan supaya Kendal (Jawa Tengah) itu diubah jadi KEK," ujarnya.

Di tempat yang sama, Menperin Airlangga mengatakan industri yang akan dikembangkan di KEK industri adalah yang berorientasi ekspor seperti arahan Menko Darmin. Selain itu, didorong juga industri berbasis teknologi kekinian atau high tech.

Dia mengungkapkan, saat ini lokasi yang dianggap tepat dan berpotensi untuk KEK industri adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Ada di Jateng, ada di Jatim," ujarnya.

Di Jawa Tengah, industri yang akan dikembangkan adalah sektor otomotif, tekstil dan elektronik komponen. "Kalau di Jatim terkait cluster digital. Kan kita mau mengimbangi cluster digital ini sekarang di BSD, kemudian di Nongsa, di Bandung. Sedangkan perguruan tinggi di Jatim ini belum bergerak. Jadi coba kita push juga supaya lebih merata talentanya," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kedua wilayah tersebut dipilih dengan dasar pertimbangan permintaan para pelaku industri. Adapun selama ini industri teknologi tinggi banyak berpusat di Karawang, Jawa Barat.

"Kita tarik ke Jatim (dari Karawang). Karena sudah ada yang mengusulkan (Kawasan Ekonomi Khusus). Kalau di Jateng tentu dengan tenaga kerja yang bersaing. Nah ini bisa didorong," tutupnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini