Pemerintah Jokowi impor 75.000 ton garam lewat PT Garam
Merdeka.com - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan menunjuk PT Garam (Persero) untuk melakukan impor garam sebanyak 75.000 ton. Langkah ini diambil karena stok garam dalam negeri mulai berkurang dan harga naik hingga dua kali lipat.
"Kami tugaskan PT Garam untuk melakukan importasi sebanyak 75.000 ton setelah melakukan berbagai pertimbangan, hasil duduk bersama antara kementerian yang di koordinasikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang produksi dalam negeri," katanya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (28/7).
Direktur Jendral Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Dermawan menambahkan, penugasan impor kepada PT Garam dikarenakan kelangkaan garam konsumsi dan menurunnya produksi garam pada bulan Mei sampai Juli.
"Produksi pergaraman on farm garam rakyat di tambah PT Garam Mei sampai Juli totalnya 6.200 ton, kalau dibandingkan kondisi normal di mana per periode setiap tahun adalah 2 sampai 2,5 juta ton per bulan 166.000 ton untuk garam rakyat saja belum dengan PT Garam, inikan terlihat sangat jauh," katanya.
Agus, berharap setelah penugasan yang diberikan kepada PT Garam, setelah bulan Agustus produksi garam akan berangsur normal dan membaik. "Kami harap setelah agustus berangsur normal, jangan khawatir," pungkas Agus.
Diberitakan sebelumnya, keberadaan garam dapur di Mojokerto, Jatim, mulai langka dan sulit didapat. Selain langka, harganya di tingkat pedagang naik hingga dua kali lipat.
Salah satu pedagang di pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, Khusnul Fauziah menegaskan, sejak sebulan terakhir harga garam dapur mengalami kenaikan.
"Kalau biasanya satu bungkus kecil hanya Rp 1.000, sekarang menjadi Rp 2.000 di tingkat pengecer," kata Khusnul, Senin (24/7).
Selain harga yang terus naik, pasokan dari pedagang juga kosong. Sudah seminggu ini tidak ada kiriman garam dapur dari produsen. Kalaupun masih ada di pedagang, itu stok lama yang belum terjual. "Sudah seminggu ini tidak ada kiriman garam dapur dari produsen. Beberapa kali tanya ke supliyer katanya barangnya masih kosong," jelas Khusnul.
Harga garam dapur di pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, diprediksi akan terus naik kalau pasokan dari produsen tidak ada. Sebab sebagian pedagang sudah tidak memiliki stok untuk dijual.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya