Pemerintah Janji Pangkas Perizinan Cegah Pertumbuhan Ekonomi Turun di Bawah 5 Persen

Senin, 9 September 2019 20:06 Reporter : Merdeka
Pemerintah Janji Pangkas Perizinan Cegah Pertumbuhan Ekonomi Turun di Bawah 5 Persen Luhut Panjaitan Soal Pertumbuhan Ekonomi. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah merumuskan siasat agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak seperti yang diramalkan Bank Dunia. Di mana, diramal terjerembab di bawah 5 persen.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan dirinya telah menindaklanjuti laporan Bank Dunia mengenai perekonomian Indonesia.

Terkait dengan laporan Bank Du‎nia mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia akan jatuh di bawah 5 persen, Menko Luhut memandang hal tersebut merupakan prediksi saja dan bisa dihindari. Jika pemerintah mengeluarkan langkah-langkah antisipasi.

"Iya ada beberapa skenario-skenario yang dibuat, memang betul. Tapi Indonesia masih tetap lebih baik dari yang lain. Jadi kalau langkah-langkah yang dibuat sekarang disiapkan pemerintah itu dijalankan dengan baik maka tidak ada alasan kita jatuh di bawah 5 persen," tuturnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (9/9).

Menurut Menko Luhut, untuk membuat perekonomian Indonesia tetap membaik, pemerintah akan memangkas peraturan dan rekomendasi yang tidak penting, sehingga dapat ‎menyederhanakan proses investasi di Indonesia.

"Presiden sudah minta itu dipangkas semua. Banyak sekali jadi presiden sekarang akan melakukan, dan sudah mulai ya, rapat-rapat terbatas untuk memeriksa di kementerian-kementerian di mana izin-izin yang dianggap perizinan itu mau dipotong," paparnya.

Dia pun menyebut, rekomendasi yang akan dipangkas adalah rekomendasi impor, sehingga kegiatan pengadaan barang menjadi lebih mudah. ‎"Banyak (rekomendasi yang akan dipangkas), misal rekomendasi impor sugar lah, impor ini lah buat apa rekomendasi, kalau impor ya impor," tandasnya.

Menurutnya, Bank Dunia masih melihat perekonomian Indonesia lebih kuat di antara negara berkembang lainnya.

"Follow up laporan dia (Bank Dunia) ke presiden, dia diskusi sama tim mengenai implementasi, karena dia melihat Indonesia itu masih tetap suatu negara (pertumbuhan ekonomi) yang paling masih kuat di antara negara-negara emerging market," kata Menko Luhut.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini