Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah dianggap terkesan membiarkan pelemahan rupiah

Pemerintah dianggap terkesan membiarkan pelemahan rupiah Uang Dollar. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ekonom Salamudin Daeng menilai pemerintah terkesan membiarkan nilai tukar melemah. Sebab, pemerintah selama ini menilai perekonomian Indonesia masih stabil meski nilai tukar rupiah mendekati Rp 14.000 per USD.

"Jadi kalau rupiah merosot maka ada aliran dolar dari luar aliran dalam bentuk utang kemudian yang dikonversi dalam rupiah menjadi APBN jadi ada kesan bahwa pelemahan ini dibiarkan," kata Salamudin di Jakarta, Minggu (6/5).

Menurutnya, pelemahan rupiah akan berpengaruh pada belanja pemerintah. Selain itu, pelemah rupiah juga akan membuat utang pemerintah membengkak, mengingat utang pemerintah ada yang berbentuk dolar sehingga jika di-rupiah-kan jumlahnya akan semakin besar.

"Pemerintah itu tidak berpikir kalau membiarkan keadaan ini berlangsung terus sampai ke ujung tahun ini itu kan akan konsekuensi ke utang. Tapi biasanya mereka tidak perlu itu jadi yang penting terimanya besar," imbuhnya.

"Ekonomi kita itu hidup dari dinamika jadi dari fluktuasi saja ada spekulasi ada transaksi valuta. Semakin banyak transaksi semakin tinggi fluktuasi, semakin banyak transaksi itu makin banyak pajak kan," tandasnya.

rupiah masih melemah terhadap Dolar Amerika bahkan nyaris menyentuh level 14.000 per USD. Bank Indonesia (BI) meminta agar semua pihak tidak pesimistis menyikapi kondisi tersebut.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), Nanang Hendarsah, mengatakan kondisi rupiah saat ini sedang mengikuti dinamika global. Namun, secara umum kondisi Indonesia masih stabil.

"Jangan membangun pesimisme, semuanya masih stabil," kata Nanang, dalam sebuah acara konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Jumat (4/5). (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP