Pemerintah Cari Cara Wisman Betah Berlibur di 5 Destinasi Pariwisata
Merdeka.com - Pemerintah tengah fokus memperluas dampak positif ekonomi di sektor pariwisata. Salah satunya dengan mengembangkan lima destinasi pariwisata super prioritas, di antaranya Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.
Asisten Deputi Investasi Pariwisata Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hengky Manurung mengatakan, pihaknya tengah fokus bagaimana turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) bisa betah lama berada di Indonesia.
"Perubahan yang akan dilakukan adalah bahwa seluruh yang dibangun di lima destinasi super prioritas ini mampu membuat orang lebih lama tinggal," kata dia saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/1).
Sebab percuma, jika pemerintah terus-terusan menggenjot kelima destinasi prioritas tersebut namun wisman berkunjung hanya dua sampai tiga hari saja. Untuk itu. ke depan pihaknya akan fokus bagaimana caranya agar wisman ini bisa betah lama-lama di Tanah Air.
"Kita lebih mengejar sekarang lebih lama mereka tinggal mengetahui culture mengalami adventure tourism yang ada sehingga komplit dia punya experience itu strategi yang kita lagi bangun sekarang dan itu tidak hanya kami sebagai pemerintah, kami melibatkan semua yang ada, mahasiswa masyarakat, media, bahkan pemerintah kabupaten kota dan provinsi," jelas dia.
Dia berharap, kelima destinasi super prioritas itu bakal selesai pada tahun ini. Sehingga di 2021 mendatang akan menambah kembali memfokuskan lima sisanya.
Target Gaet 17 Juta Wisman Tahun ini
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan jumlah kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun ini hanya sebanyak 17 juta orang. Angka ini lebih rendah dari yang ditargetkan pada 2019 sebesar 18 juta jiwa.
Hengky menjelaskan target pada tahun ini sedikit diturunkan mempertimbangkan realisasi pada tahun lalu yang tidak tercapai. Di mana, dari target sebanyak 18 juta wisman diperkirakan hanya terealisasi 16,4 juta kunjungan sepanjang 2019.
"Saya pribadi hanya berani bilang mungkin 17 juta dulu. Jadi kita bilang moderatnya saja daripada nanti saya bilang 20 juta salah di media, kita bicara 17 juta saja karena tahun ini mungkin hanya 16,4 kurang lebih yang bisa kita capai," katanya Hengky saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/1)
Dia mengatakan negara-negara Asean masih menjadi target bidikan pemerintah untuk dapat mengunjungi pariwisata di Indonesia. Namun, pihaknya juga mengusahakan untuk mengejar wisman di Benua Amerika dan Eropa.
"Karena mereka benar-benar wisatawan yang memiliki keinginan untuk berlama-lama tinggal di sebuah daerah, jadi itu yang kita kejar ke depannya tapi tahun ini mulai bergerak," jelas dia.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya