Pemerintah bolehkan asing kelola pulau asalkan tetap milik negara

Reporter : Anggun P. Situmorang | Rabu, 11 Januari 2017 20:04
Pemerintah bolehkan asing kelola pulau asalkan tetap milik negara
Sofyan Djalil. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Djalil, mengatakan pihak asing boleh mengelola pulau-pulau terkecil dan terluar di Indonesia, tetapi tak bisa dimiliki sepenuhnya. Dalam penguasaannya, pemerintah membatasi ruang sebesar 70 persen dari total luas pulau.

"Kalau ada orang kaya, punya banyak duit mau punya pulau pribadi. Tidak masalah, selama diatur. Disewakan dengan harga mahal tidak apa, kan malah memberi manfaat," ujar Sofyan di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/1).

Manurutnya, ada aturan yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum menguasai pulau di Indonesia yaitu Peraturan Menteri ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penataan Pertanahan di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

"Pulau misalnya yang luas lahannya 100 hektar dikuasai 100 persen itu tidak benar. Maksimal 70 persen penguasannya dan harus ada ruang terbuka hijau untuk publik atau konservasi," katanya.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah semakin banyaknya penjualan pulau di situs media online. Sofyan mengatakan hal tersebut bukanlah penjualan yang sesungguhnya dan kepemilikan tetap dipegang oleh negara.

"Bukan pulaunya yang dijual. Pulau itu tetap milik publik tapi tanahnya bisa dikelola. Bisa ada izin Hak Guna Bangunan 30 tahun dan dapat diperpanjang 20 tahun, itu seperti izin hak pakai. Yang penting diatur penataannya, sehingga bukan seolah-olah menjadi milik mereka," pungkasnya.

Baca juga:
KKP: Lebih baik 4.000 pulau dinamai oleh pemerintah bukan asing
Nasib pulau Indonesia, ditawarkan ke asing sampai bebas diberi nama
Menko Luhut persilakan Jepang beri nama Yokohama di pulau Indonesia
Menteri Susi akan tertibkan pulau milik para konglomerat
Tahun depan, Menteri Susi tertibkan kepemilikan pulau pribadi di RI
Peneliti: Pulau Komodo rawan privatisasi
Tragis, pulau wisata di Indonesia tapi turis wajib lewat Singapura

[sau]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE