Pembelaan Menteri Rini soal jatah politisi PDIP di komisaris BUMN

Kamis, 19 Maret 2015 20:15 Reporter : Muhammad Sholeh
Pembelaan Menteri Rini soal jatah politisi PDIP di komisaris BUMN Menteri Rini dan Presiden Jokowi. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sejumlah politisi partai berlambang banteng moncong putih, mendapat kursi empuk di perbankan milik negara. Sebut saja fungsionaris PDIP yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup Sony Keraf sebagai komisaris BRI. Dewi Rembulan di kursi komisaris Bank Mandiri. Ada pula nama Pataniari Siahaan di jajaran komisaris BNI. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku, nama-nama direksi dan komisaris perusahaan BUMN merupakan usulan dari banyak pihak. Namun, kata dia, Kementerian BUMN selaku pemegang saham mengklaim tetap menjalankan prosedur. Semisal melihat rekam jejak, integritas, hingga pendidikan dan pengalaman.

"Komisaris itu banyak pihak yang memberikan masukan. Tentunya kita lihat mempunyai integritas tinggi, mempunyai pendidikan dan pengalaman. Itu yang paling utama, karena komisaris fungsinya adalah sebagai pengawas," ujar Rini Soemarno di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3).

Dia menegaskan, kendati beberapa nama masih aktif di partai politik, nantinya mereka akan diminta mundur. "Oh tidak boleh (kalau masih aktif partai). Itu sama sekali tidak boleh. Harus memilih akhirnya, harus mundur," ucapnya.

Dia berharap, perombakan jajaran direksi dan komisaris beberapa perusahaan BUMN bisa membawa angin segar dan dampak positif bagi kinerja perusahaan.

"Direksi itu mempunyai tanggung jawab betul-betul untuk memperbaiki atau memperkuat kinerja perusahaan. Nah komisaris, dewan komisaris, adalah sebagai pengawas mengawasi bahwa direksi betul-betul melakukan fungsinya dengan baik," tegasnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini