Pelabuhan Tanjung Priok Bakal Disulap Jadi Green Port, Jadi Seperti Apa?

Senin, 23 Mei 2022 12:52 Reporter : Merdeka
Pelabuhan Tanjung Priok Bakal Disulap Jadi Green Port, Jadi Seperti Apa? Pelabuhan Tanjung Priok. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengatakan bahwa pelabuhan Tanjung Priok akan dijadikan green port. Ini dilakukan untuk mewujudkan sektor transportasi yang ramah lingkungan.

Menhub menjelaskan, transportasi harus mencakup beberapa aspek keberlanjutan untuk mendukung pemikiran-pemikiran yang inklusif di bidang ekonomi, bidang sosial, bidang lingkungan dan governance.

"Sekarang kita harus lakukan dengan inklusif. Pengembangan green port menjadi panduan dalam pengembangan pelabuhan ke depan," kata Menhub dalam penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari Universitas Gadjah Mada, kepada Menhub Budi, di UGM, Senin (23/5).

Green port mengedepankan konsep ramah lingkungan dengan mengelola dampak secara efektif melalui pencegahan pencemaran, konservasi air, dan energi, serta berkontribusi dalam konservasi keanekaragaman hayati dan penggunaan teknologi ramah lingkungan.

"Terminal Teluk Lamong yang ada di Surabaya menjadi green port pertama di Indonesia, menyusul Tanjung Priok. Dan kita ingin bahwa pelabuhan-pelabuhan itu tidak hanya memikirkan pelabuhan, tetapi juga melakukan pengembangan perkebunan mangrove di sekitar Pelabuhan," jelas Menhub.

2 dari 2 halaman

Kembangkan Transportasi Berkelanjutan

Selain itu, pihaknya akan secara konsisten mengembangkan transportasi berkelanjutan, seperti kereta listrik yang sudah dirasakan di Jawa Tengah. Kemudian, bus listrik yang sebentar lagi akan dibuat di Bali, di Surabaya dan di Bandung.

"Electric vehicle yang sudah ada di kantor kami dan menyusul di tempat-tempat yang lain dan juga green airport," ujarnya.

Guna mengembangkan bus listrik, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta dengan Kementerian ESDM untuk mengkonversi motor-motor, bus-bus konvensional menjadi bus dan motor listrik.

"Tentunya dengan mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli baru," ujarnya.

Menhub menegaskan, transportasi berkontribusi merajut keadilan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Arah pembangunan infrastruktur transportasi bergeser dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris.

Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh warga indonesia yang ada di Barat, Timur, di utara dan di selatan. Terutama, bagi mereka yang tertinggal, dan yang terpencil, yang di perbatasan.

"Beberapa upaya yang kami lakukan adalah dengan melakukan pembangunan transportasi perintis, program tol laut yang merupakan inisiasi bapak presiden, jembatan udara, serta perairan rakyat," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Pemprov Sulut Ajak Inerco dan Rotterdam Port Investasi di Pelabuhan Bitung
Erick Thohir Kaji Pemisahan Angkutan Logistik dan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Pelindo: Pangkas Waktu Sandar Kapal, Biaya Logistik Bakal Lebih Hemat
Arus Balik Lebaran, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih Dipadati Pemudik
Dukung Pariwisata, Pelabuhan Internasional Dumai-Malaka Kembali Dibuka

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini