Pedagang soal e-commerce RI dikuasai asing: Bahan baku memang semua dari China

Rabu, 3 Januari 2018 16:16 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Online Shop. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla belum lama ini mengeluhkan e-commerce Indonesia yang banyak menjual produk asing. Dalam laporan yang diterima JK, 94 persen produk di e-commerce berasal dari China.

Salah satu penjual jam tangan di Pasar Tanah Abang, sekaligus pelaku e-commerce, Fandi (28) mengakui banyak produk China di platform jual beli online Tanah Air. Ini terjadi karena rata-rata bahan baku yang dipakai oleh pelaku UKM Indonesia asalnya dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Sebagai contoh, dia menyebut produk jam tangan. Menurut dia, sebagian besar mesin jam tangan termasuk yang dia gunakan merupakan produksi dari China.

"Setahu saya tidak ada pabrik mesin jam tangan yang punya kita (asli Indonesia). Kita kan hanya rakit saja. Mesin jam tangan dari sana (China)," ungkapnya kepada Merdeka.com di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (3/1).

"Jadi ada produk kita di e-commerce, tapi mesinnya China. Sama saja," kata dia.

Menurutnya, untuk mendorong industri dalam negeri, khususnya jam di e-commerce, maka bahan baku, terutama mesin jam tangan itu haruslah produk Indonesia.

"Pemerintah harus fasilitasi lagi, kalau bisa produk mesin jam," ujarnya.

Dengan begitu, produk pelaku industri dalam negeri bisa bersaing baik dari segi kualitas maupun harga dengan produk China.

"Kalau produk sendiri harga masih bisa murah. Kualitas model lebih bagus luar. Segi mesin sama saja. Mesin dari China semua, di sini kita hanya rakit," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini