Pasokan Melimpah, Harga Minyak Mentah Indonesia Anjlok Jadi USD 106 per Barel

Selasa, 2 Agustus 2022 18:45 Reporter : Idris Rusadi Putra
Pasokan Melimpah, Harga Minyak Mentah Indonesia Anjlok Jadi USD 106 per Barel Ilustrasi Migas. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP adalah sebesar USD 106,73 per barel pada Juli 2022.

Harga itu telah mengalami penurunan USD 10,89 per barel atau 9,25 persen dari harga bulan sebelumnya yang sempat menyentuh USD 117,62 per barel pada Juni 2022.

"Faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak dunia, antara lain meningkatnya pasokan minyak mentah global pada bulan Juni dibandingkan produksi bulan sebelumnya," demikian ringkasan eksekutif Tim Harga Minyak Mentah Indonesia yang dikutip di Jakarta, Selasa (2/8).

OPEC melaporkan produksi minyak mentah global pada bulan Juni meningkat rata-rata 1,32 juta barel minyak per hari (BOPD) menjadi 99,82 juta BOPD dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara itu Badan Energi Internasional menyampaikan pasokan minyak dunia melonjak 690 ribu BOPD menjadi 99,5 juta BOPD pada Juni dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Adapun keputusan OPEC mempertahankan kebijakan kenaikan produksi pada Juli dan Agustus masing-masing sebesar 648.000 BOPD.

Faktor lainnya yang menurunkan harga minyak mentah adalah proyeksi permintaan minyak dunia pada kuartal kedua tahun 2022 turun sebesar 0,2 juta BOPD dibandingkan publikasi sebelumnya.

Selain itu peningkatan stok minyak di Amerika Serikat (AS) sebesar 3,4 juta barel dari sebelumnya 418,7 juta barel menjadi 422,1 juta barel juga mempengaruhi penurunan harga minyak.

Badan Administrasi Informasi Energi AS menginformasikan stok gasoline juga meningkat sebesar 7,6 juta barel dari sebelumnya 217,5 juta barel menjadi 225,1 juta barel dan stok distillate naik 2,0 juta barel dari sebelumnya 109,7 juta barel menjadi 111,7 juta barel.

2 dari 2 halaman

Penurunan Ekonomi Global

Selama Juli 2022 penurunan harga minyak mentah dunia juga dipengaruhi oleh penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi global, antara lain IMF menyampaikan koreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,2 persen dari perkiraan sebelumnya, pada April, sebesar 3,6 persen.

Kemudian Federal Reserve (Fed) AS resmi menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk dua bulan beruntun yang memberikan pengetatan paling agresif dalam lebih dari satu generasi. Selanjutnya timbul kekhawatiran pelaku pasar atas resesi dunia, kenaikan inflasi yang tinggi, pandemi yang berkelanjutan, dan pengetatan moneter.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah China untuk mengetatkan aturan pembatasan sosial di beberapa wilayahnya dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona. Kebijakan itu menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap penurunan permintaan minyak mentah.

Selain itu kondisi Korea Selatan mengalami inflasi bulan Juni pada level tertinggi selama hampir 24 tahun menjadi kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada bulan Juli 2022 dibandingkan bulan Juni 2022:

- Dated Brent turun sebesar USD 11,00 per barel dari USDc123,70 per barel menjadi USD 112,70 per barel.
- WTI (Nymex) turun sebesar USD 14,96 per barel dari USD 114,34 per barel menjadi USD 99,38 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar USD 12,38 per barel dari USD 117,50 per barel menjadi USD 105,12 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar USD 9,34 per barel dari USD 117,83 per barel menjadi USD 108,49 per barel (sampai 29 Juli 2022). [idr]

Baca juga:
Subsidi Energi Diperkirakan Membengkak Seiring Kenaikan Harga Minyak Dunia
Menengok Dampak Mahalnya Harga Minyak Dunia ke Ekonomi Indonesia
Harga Minyak Dunia Terperosok Tajam, Kini Berada di di Bawah USD 100 per Barel
Harga Pertamax Hingga Shell Diproyeksi Masih Mahal Hingga 2023
Waspada, BPS Catat Harga Minyak dan Pangan Dunia Masih Dalam Tren Naik
ICP Mei 2022 Naik Dipengaruhi Uni Eropa Embargo Minyak dari Rusia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini